Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda. Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menyampaikan apresiasinya terhadap keputusan Pertamina yang akan memperbaiki kendaraan milik warga yang mengalami kerusakan, diduga akibat kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak sesuai standar.

Meski demikian, ia menekankan bahwa langkah tersebut hanya menyasar dampak, bukan akar dari persoalan yang sebenarnya.

“Ini seperti memadamkan api tanpa mencari tahu sumber kebakarannya. Kalau penyebab utamanya tidak dicari dan ditangani, potensi kerusakan serupa akan terus berulang,” ujarnya, Sabtu (12/4/2025).

Menurut politisi dari Fraksi PKS itu, langkah tanggap dari Pertamina memang merupakan bentuk tanggung jawab awal yang patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa perbaikan kendaraan hanyalah solusi jangka pendek. Solusi jangka panjang, kata dia, harus menyentuh pada sisi produksi dan distribusi BBM itu sendiri.

Ia menyoroti perlunya audit menyeluruh terhadap proses dari hulu ke hilir, mulai dari fasilitas produksi, pengangkutan oleh armada tanker, hingga sistem distribusi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Tanpa investigasi mendalam, sangat mungkin masalah ini hanya akan menjadi siklus berulang,” tegasnya.

Tak hanya menyentil Pertamina, Abdul Rohim juga mendorong keterlibatan aktif dari Pemerintah Kota Samarinda. Ia menilai, Pemkot seharusnya tidak bersikap pasif dan hanya menunggu laporan dari pihak perusahaan.

Sebaliknya, ia mendorong pembentukan tim independen untuk melakukan investigasi paralel demi menemukan sumber permasalahan secara objektif.

“Faktanya, tidak semua kendaraan terdampak. Ini menunjukkan bahwa ada faktor spesifik yang belum teridentifikasi. Kita perlu investigasi yang benar-benar independen untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap kualitas BBM,” tutupnya. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *