Timesnusantara.com — Samarinda. Langkah nyata untuk menjaga keselamatan infrastruktur penting di Kalimantan Timur kembali ditunjukkan oleh DPRD Kaltim. Salah satunya adalah dorongan terhadap penyelesaian pembangunan fender Jembatan Mahakam yang rusak akibat insiden tabrakan dengan tongkang bermuatan kayu.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Dinas PUPR, baik di level provinsi maupun kementerian. Ia menyebut, perusahaan pemilik tongkang yang menjadi penyebab kerusakan menyatakan kesanggupannya untuk membiayai seluruh proses perbaikan.
“Pihak perusahaan sudah menunjukkan itikad baik. Kami juga tengah menunggu hasil kajian teknis dari Kementerian PUPR. Intinya, proses ini terus kami pantau,” ujarnya, Minggu (13/4/2025).
Walaupun kejadian serupa bukan yang pertama, Subandi menekankan bahwa hasil evaluasi teknis menunjukkan struktur utama jembatan tetap dalam kondisi aman. Namun demikian, pembangunan fender dinilai penting sebagai langkah antisipatif agar peristiwa serupa tak terulang.
“Fender adalah pengaman penting. Tanpa itu, risiko tabrakan akan selalu mengintai. Ini menyangkut keamanan jangka panjang,” tambahnya.
Menghubungkan wilayah vital di Samarinda dan sekitarnya, Jembatan Mahakam memegang peran penting bagi mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan fender dipandang sebagai kebutuhan yang mendesak.
Terkait biaya, Subandi mengungkapkan bahwa anggaran yang dibutuhkan ditaksir sekitar Rp35 miliar dan sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak penabrak.
“APBD tidak akan terbebani karena dananya berasal dari pihak ketiga. Sementara itu, daerah juga belum bisa menikmati PAD dari jembatan ini karena status pengelolaannya masih berada di bawah pemerintah pusat,” jelasnya.
DPRD Kaltim berharap proses perencanaan segera selesai agar pengerjaan fender dapat segera dimulai. Dengan begitu, keamanan pengguna jembatan dan kelancaran arus transportasi di Sungai Mahakam bisa lebih terjamin. (R)
