Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menunjukkan langkah konkret dalam mendukung agenda prioritas nasional di bidang pendidikan. Salah satunya adalah dengan menyiapkan empat titik strategis untuk pembangunan Sekolah Rakyat, sebagai bentuk komitmen terhadap program Presiden RI Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa lokasi yang diusulkan tersebar di sejumlah wilayah: Bukit Biru di Tenggarong (Kabupaten Kutai Kartanegara), lahan milik Pemerintah Kabupaten Kukar, aset Pemerintah Kota Samarinda, serta tanah yang dikuasai Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

“Di Tenggarong saja, kami sudah siapkan lahan seluas 8,7 hektare. Ini bukti kesiapan daerah untuk ikut mendukung gerakan nasional di sektor pendidikan,” ujarnya, Minggu (13/4/2025).

Meski pendanaan pembangunan sekolah berasal sepenuhnya dari APBN, Sri menegaskan bahwa peran pemerintah daerah tetap vital. Mulai dari identifikasi lokasi, penyediaan SDM pengajar, hingga proses penerimaan siswa, semuanya merupakan tanggung jawab yang diemban oleh Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota terkait.

Sri Wahyuni juga menyoroti bahwa Sekolah Rakyat akan berbentuk sekolah berasrama. Konsep ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari pelosok daerah yang memiliki keterbatasan transportasi maupun ekonomi. Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup siswa akan ditanggung oleh negara, agar tidak ada lagi alasan bagi anak-anak prasejahtera untuk putus sekolah.

“Lebih dari sekadar membangun fasilitas, kita sedang menyiapkan masa depan generasi muda agar terlepas dari jerat kemiskinan struktural,” tegasnya.

Kaltim sendiri masuk dalam gelombang ketiga pelaksanaan proyek ini secara nasional. Namun, berbagai persiapan administratif telah dikebut, mulai dari pengurusan izin lokasi, analisis dampak lingkungan (AMDAL), hingga studi kelayakan pembangunan.

Sekolah Rakyat merupakan bagian dari visi besar Prabowo dalam mewujudkan transformasi sosial berbasis pendidikan. Program ini diharapkan dapat menekan angka putus sekolah, sekaligus meningkatkan keterampilan dasar generasi muda yang selama ini belum tersentuh akses pendidikan yang memadai.

Apabila sukses diterapkan, konsep Sekolah Rakyat di Kaltim bisa menjadi model nasional dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berpihak pada masyarakat yang paling rentan secara ekonomi. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *