Timesnusantara.com – Kukar. Setelah menetapkan sembilan cagar budaya di tahun sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengusulkan 15 objek baru untuk ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2023. Uniknya, sebagian besar berasal dari satu kawasan yang berada di pusat kota Tenggarong.
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman, M. Saidar atau yang akrab disapa Deri, menyebutkan bahwa kawasan tersebut mencakup beragam bangunan bersejarah, mulai dari sekolah, jembatan, hingga kantor tua peninggalan masa lalu.
“Yang kami ajukan kemarin itu memang satu kawasan di Tenggarong. Di dalamnya ada sekitar 15 objek, seperti Jembatan Besi, Gedung Wanita, rumah Sekda, SMA 1 Tenggarong, dan SD 002,” jelas Deri, Senin (5/5/2025).
Menurutnya, pendekatan berbasis kawasan ini dilakukan agar pelestarian tidak terfokus pada objek tunggal, melainkan mempertimbangkan keterhubungan sejarah dan arsitektur dari berbagai elemen dalam satu area.
Meski sudah diajukan sejak tahun lalu, Deri mengakui bahwa dari 15 yang diusulkan, baru enam objek yang saat ini telah mendapat SK penetapan dari pihak terkait. Sisanya masih dalam proses kajian lebih lanjut.
“Kami juga diminta bagian hukum untuk menyusun narasi deskriptif masing-masing objek. Ini penting untuk memperkuat dokumen penetapan dan memperjelas nilai penting dari tiap-tiap situs,” ungkapnya.
Deri menyebut, kawasan ini tergolong strategis karena berada di jantung kota Tenggarong dan banyak dilalui masyarakat setiap hari. Namun, tidak semua warga menyadari nilai sejarah yang tersimpan di balik bangunan-bangunan itu.
Selain dokumen dan kajian tim ahli, pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga jagad budaya guna memastikan usulan ini memenuhi seluruh persyaratan teknis maupun administratif.
“Kalau kawasan ini lolos jadi cagar budaya resmi, bisa jadi daya tarik wisata sejarah yang kuat. Apalagi posisinya dekat dengan Titik Nol dan area publik,” tambahnya.
Usulan ini juga selaras dengan visi Pemkab Kukar yang ingin menjadikan Tenggarong sebagai kota budaya yang modern namun berakar kuat pada warisan sejarah.
Saat ini, tim masih melanjutkan analisis terhadap sejumlah objek yang belum diterbitkan SK-nya. Proses ini disebut akan terus dikawal sampai semua objek yang memenuhi kriteria bisa masuk dalam daftar resmi cagar budaya Kukar.
(Adv. R)
