Timesnusantara.com — Samarinda. Insiden yang menyebabkan banyak kendaraan mengalami kerusakan usai mengisi bahan bakar di beberapa SPBU di Samarinda kembali mendapat sorotan. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menilai PT Pertamina tak bisa lepas tangan dan harus mengambil tanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
Pernyataan itu ia lontarkan menyusul hasil uji laboratorium yang secara tegas menunjukkan bahwa sumber permasalahan berasal dari Pertamina sendiri.
“Sudah jelas ini bukan dugaan lagi, tapi hasil kajian laboratorium yang menyebutkan bahwa kerusakan pada kendaraan itu berasal dari bahan bakar yang disalurkan Pertamina,” ujar Rohim, Jum’at (9/5/2025).
Menurutnya, analisis laboratorium menyebutkan sejumlah faktor yang kemungkinan menjadi penyebab munculnya gangguan mesin, seperti kandungan BBM yang tidak sesuai spesifikasi, potensi endapan dalam tangki penyimpanan, atau paparan sinar matahari terhadap bahan bakar yang tidak terlindungi dengan baik. Semua hal itu, kata dia, merupakan bagian dari tanggung jawab Pertamina sebagai penyedia bahan bakar.
“Jadi tidak bisa disalahkan vendor atau pihak distribusi lainnya. Seluruh rantai distribusi, dari penyimpanan sampai penyaluran ke SPBU, ada dalam kendali mereka,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang dengan cepat turun tangan membantu warga terdampak, termasuk memberikan bantuan perbaikan kendaraan.
Namun, Rohim menegaskan bahwa inisiatif tersebut seharusnya tidak menutupi tanggung jawab utama dari pihak Pertamina.
“Inisiatif Bapak Walikota itu adalah bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Tapi yang semestinya tampil di depan dan bertanggung jawab adalah Pertamina. Mereka yang harus hadir untuk menanggulangi dampak dari kesalahan ini,” tutupnya. (R)
