Timesnusantara.com – Kukar. Titik Nol di Tenggarong tak sekadar jadi kawasan wisata. Kawasan yang menjadi simpul berbagai aktivitas masyarakat ini kini tengah diusulkan sebagai bagian dari kawasan cagar budaya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar).
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kukar, M. Saidar atau Deri, menyebutkan bahwa kawasan Titik Nol memiliki nilai historis yang cukup kuat. Di sekitar kawasan itu terdapat bangunan dan monumen yang menyimpan cerita penting masa lalu.
“Di sana ada Tugu Persatuan, Gedung Wanita, dan beberapa bangunan lama lain yang menjadi bagian dari satu kawasan. Itu kami ajukan sebagai kawasan cagar budaya karena keterkaitan nilai sejarahnya,” ungkap Deri, Senin (5/5/2025).
Usulan ini masuk dalam kelompok 15 objek cagar budaya tahun 2023, yang sebagian besar merupakan kawasan terpadu di pusat kota Tenggarong. Menurut Deri, penetapan berbasis kawasan menjadi langkah strategis agar pelestarian lebih menyeluruh dan tidak parsial.
Saat ini, tim ahli cagar budaya tengah mengkaji narasi dan deskripsi historis kawasan Titik Nol. Langkah ini penting sebagai dasar administratif untuk mendapat Surat Keputusan (SK) penetapan.
“Yang di kawasan Titik Nol itu masih dalam tahap penyusunan narasi deskriptifnya. Kami kerja sama dengan bagian hukum juga untuk melengkapi dokumen,” kata Deri.
Selain memiliki nilai sejarah, kawasan ini juga dinilai punya potensi besar sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata lokal yang menarik. Letaknya yang strategis membuatnya mudah dijangkau warga maupun wisatawan.
Deri menambahkan, jika kawasan ini berhasil ditetapkan sebagai cagar budaya, maka penataan dan pengelolaannya akan dilakukan lebih terarah, termasuk kemungkinan dijadikan zona edukasi sejarah bagi pelajar Kukar.
“Kalau nanti jadi, ini bisa jadi ruang belajar terbuka buat peserta didik. Mereka bisa langsung melihat jejak sejarah Kukar di ruang publik yang selama ini mereka lewati setiap hari,” pungkasnya.
(Adv. R)
