Timesnusantara.com — Samarinda. Hujan deras yang mengguyur Samarinda baru-baru ini kembali memunculkan genangan di sejumlah titik. Masalah banjir di Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim) ini rupanya belum terselesaikan secara tuntas.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menyatakan bahwa penyebab utamanya bukan hanya curah hujan tinggi, tetapi juga lemahnya sistem drainase yang belum menyatu secara menyeluruh.
“Curah hujan tinggi memang tak bisa dihindari, tapi akar masalahnya terletak pada jaringan drainase yang belum terintegrasi dengan baik,” terang Maswedi, Kamis (15/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa banyak saluran air di Samarinda belum terkoneksi secara optimal. Akibatnya, aliran air sering tersendat di berbagai titik yang menyebabkan air meluap ke permukaan jalan dan permukiman warga. Jika infrastruktur saluran air bisa dirancang dengan sambungan yang lebih komprehensif, menurutnya, risiko banjir dapat ditekan secara signifikan.
“Kalau semua jaringan drainase bisa saling terhubung, air hujan bisa langsung terdistribusi ke sungai atau saluran akhir tanpa tertahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Maswedi juga menyinggung kondisi Sungai Mahakam yang sedang pasang saat hujan turun pada Senin lalu (12/5/2025). Hal ini semakin memperparah situasi, karena memperlambat proses pembuangan air dari dalam kota menuju sungai.
Meski begitu, ia mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah kota dan pihak terkait. Menurutnya, banjir kali ini surut lebih cepat dibanding kejadian serupa di masa lampau, menandakan adanya kemajuan pada sistem drainase yang telah mengalami perbaikan di beberapa titik.
“Kita patut mengakui adanya progres. Ini pertanda bahwa ada upaya serius, walau belum maksimal. Perbaikan harus terus berlanjut,” tambahnya.
Namun, Maswedi mengingatkan bahwa solusi banjir tidak bisa hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur. Ia menekankan perlunya perencanaan kota yang mempertimbangkan pertumbuhan penduduk dan penyebaran kawasan permukiman baru.
“Dengan bertambahnya penduduk dan makin padatnya kawasan kota, tekanan terhadap sistem drainase akan semakin tinggi. Maka, kita butuh pendekatan yang holistik, bukan hanya pembangunan fisik,” tutup politikus Partai NasDem tersebut. (R)
