Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pembangunan fasilitas pemukiman untuk anggota kepolisian di Kalimantan Timur memasuki tahap baru. Proyek pembangunan Asrama Polisi (Aspol) yang berlokasi di Jalan Gelatik, Samarinda, resmi dimulai melalui seremoni peletakan batu pertama pada Sabtu (17/5/2025).

Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektare dan menjadi bagian dari upaya jangka panjang Polri dalam menyediakan fasilitas tempat tinggal yang representatif bagi anggotanya. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hadir langsung dalam prosesi peresmian tersebut.

“Pembangunan ini lahir dari kerja sama yang kokoh antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah. Ini mencerminkan betapa pentingnya kebersamaan dalam memperkuat ketahanan sosial dan keamanan,” kata Kapolri dalam sambutannya.

Jenderal Sigit menyebut, penyediaan tempat tinggal yang layak akan berdampak besar terhadap kinerja para personel. Menurutnya, kesejahteraan dasar seperti hunian mempengaruhi semangat pengabdian dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ketika anggota kita memiliki tempat tinggal yang nyaman, maka pengabdiannya pun akan lebih maksimal. Kepuasan kerja mereka akan berdampak pada pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat,” tegasnya.

Kompleks Aspol Gelatik akan terdiri atas berbagai jenis hunian yang disesuaikan dengan jenjang jabatan personel. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan bahwa akan dibangun rumah susun empat lantai untuk 30 anggota yang belum menikah, 31 unit rumah tipe 75 bagi bintara, serta 15 rumah tipe 90 yang ditujukan untuk perwira.

Selain hunian, proyek ini juga mencakup pembangunan fasilitas penunjang seperti aula serbaguna, masjid, jalur lari, ruang terbuka hijau, serta area publik yang terbuka untuk warga sekitar. Dengan desain tersebut, kawasan Aspol diharapkan dapat menjadi ruang hidup yang inklusif dan bersinergi dengan masyarakat sekitar.

“Kami ingin menciptakan lingkungan asri yang tidak hanya nyaman bagi anggota, tetapi juga membuka ruang sosial antara warga dan kepolisian,” jelas Hendri.

Dukungan finansial pembangunan ini berasal dari hibah yang disalurkan oleh Pemerintah Kota Samarinda. Kapolresta menyampaikan terima kasih atas komitmen pemkot dan berharap proses pembangunan dapat rampung dalam kurun waktu delapan bulan, sesuai target.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, turut menyambut baik langkah ini. Menurutnya, pembangunan asrama polisi memiliki peran strategis dalam memperkuat kesiapan keamanan daerah, terlebih dengan posisi Kaltim sebagai kawasan penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Ini bukan semata proyek infrastruktur, tetapi bagian penting dari strategi menciptakan wilayah yang aman dan kondusif untuk menopang pembangunan nasional,” ujarnya.

Rudy menambahkan bahwa keberlangsungan pembangunan daerah akan sangat ditentukan oleh kualitas dan kesiapan aparat keamanan di lapangan. Memberikan dukungan terhadap kebutuhan dasar mereka, termasuk hunian, merupakan bagian integral dari investasi keamanan daerah.

“Kesejahteraan anggota Polri adalah fondasi dari stabilitas sosial yang kokoh. Jika ingin daerah ini maju, maka para penjaga keamanannya pun harus diperhatikan secara serius,” tutupnya. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *