Timesnusantara.com — Samarinda. Progres pembangunan Pasar Pagi Samarinda terus bergulir cepat demi menjadikannya sebagai pusat perniagaan modern sekaligus ikon baru kota. Namun di tengah ambisi pembangunan tersebut, DPRD Kota Samarinda memberikan catatan penting: aspek keselamatan harus jadi prioritas utama.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengingatkan agar proses konstruksi tidak hanya menekankan keindahan arsitektural semata. Ia menilai bahwa keamanan struktur dan kenyamanan pengunjung serta pedagang harus menjadi fondasi utama dari pembangunan pasar tersebut.
“Pasar ini nantinya akan ramai setiap hari. Jangan sampai hanya fokus pada kemewahan tampilan, tapi abai terhadap risiko teknis. Ini bukan sekadar bangunan biasa, tapi ruang publik yang harus aman bagi semua,” ungkap Deni, Senin (19/5/2025).
Ia menilai meski fasad bangunan tampak modern dan kokoh, perhatian terhadap kualitas teknis harus benar-benar diperhitungkan, terlebih karena struktur pasar akan menjulang hingga tujuh lantai.
“Bangunan tinggi yang padat aktivitas jelas memiliki tantangan tersendiri. Maka dari itu, keamanan harus menjadi standar utama dalam pengerjaannya,” jelasnya.
Revitalisasi Pasar Pagi sendiri kini memasuki fase kedua, yang mengalokasikan dana sebesar Rp148,5 miliar. Tahapan ini meliputi penyekatan ruang usaha, sistem pengelolaan limbah, pemasangan eskalator dan instalasi listrik, serta pengecatan dan pemasangan plafon. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan tahap dua akan selesai pada Oktober 2025.
Sementara itu, pembangunan tahap pertama yang telah rampung sebelumnya menelan anggaran Rp290 miliar, lebih rendah dari estimasi awal sebesar Rp390 miliar. Tahapan tersebut mencakup pembangunan struktur utama, pengerjaan fasad, serta instalasi baja bangunan.
Desain akhir pasar turut memperkenalkan konsep zonasi dagangan tematik, dengan ukuran kios bervariasi mulai dari 1,2 x 2 meter hingga 4 x 8 meter. Area parkir yang ditempatkan di lantai dasar dirancang untuk menampung 104 mobil dan 709 kendaraan roda dua.
Deni berharap, saat Pasar Pagi nanti resmi dibuka untuk umum, keberadaannya mampu menjawab harapan masyarakat: menjadi ruang jual beli yang bersih, teratur, dan memiliki standar keamanan tinggi.
“Kita ingin melihat Pasar Pagi jadi representasi pasar rakyat yang modern, nyaman, tertib, dan yang paling penting, tidak membahayakan siapa pun yang beraktivitas di dalamnya,” tutupnya. (R)
