Timesnusantara.com — Samarinda. Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menaruh perhatian serius terhadap kepadatan aktivitas kapal di Sungai Mahakam, terutama di kawasan Jembatan Mahkota 2. Kondisi tersebut dinilai berpotensi besar membahayakan keamanan pelayaran.
Dalam pertemuannya bersama Kepala KSOP Kelas 1 Samarinda belum lama ini, Rudy menyoroti bagaimana kapal-kapal yang melintas atau berlabuh sembarangan menjadi hambatan serius bagi arus pelayaran di sungai strategis itu.
“Kalau kita amati, di sekitar Jembatan Mahkota 2 dan wilayah Sungai Kapih, setiap hari bisa kita lihat kapal-kapal berseliweran dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan, tidak sedikit yang berlabuh sembarangan dan menghalangi jalur pelayaran,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa aspek keselamatan seharusnya menjadi prioritas dalam pengelolaan transportasi sungai.
“Tak ada yang lebih penting dari keselamatan. Itu harus diutamakan,” tegasnya.
Rudy juga menyoroti kebiasaan sebagian kapal yang tambat di pohon-pohon di tepi sungai, sesuatu yang menurutnya sangat riskan.
“Bayangkan kalau kapal itu lepas tambat dan menabrak jembatan atau kapal lain, bisa terjadi kecelakaan fatal,” ujarnya mengingatkan.
Untuk mengatasi persoalan ini, ia mendorong penataan ulang titik-titik labuh serta percepatan pembangunan fasilitas tambat kapal yang layak. Ia juga mengusulkan agar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) diperbarui, khususnya yang berkaitan dengan jalur pelayaran di Sungai Mahakam.
“Kita perlu tempat tambat kapal yang sesuai standar dan aman. Kalau perlu, kita bangun fasilitasnya dalam waktu dekat,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak untuk memperhatikan sistem keselamatan yang berlaku di setiap jembatan di sepanjang Mahakam, mulai dari wilayah Mahulu hingga Kukar.
“Sistem keselamatan harus sama di semua jembatan. Jangan sampai ada yang tertinggal. Kalau tidak kita benahi, tinggal tunggu waktu saja sampai terjadi kecelakaan besar,” ungkap Rudy.
Sebagai informasi, Jembatan Mahakam yang telah berusia lebih dari empat dekade tercatat mengalami sedikitnya 23 insiden tabrakan kapal, dengan yang terbaru terjadi pada 26 April lalu. (Adv Diskominfo Kaltim)
Penulis: Rey | Editor: Redaksi
