Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengambil langkah serius dalam membangun ekosistem koperasi desa yang kuat dengan menyiapkan sebuah aplikasi digital khusus untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah Kaltim.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa aplikasi ini akan segera didistribusikan ke 1.038 koperasi desa dan kelurahan yang telah terbentuk. Inisiatif ini bertujuan agar pengelolaan keuangan koperasi menjadi lebih terstruktur dan konsisten di seluruh daerah.
“Kita ingin koperasi-koperasi ini memiliki sistem keuangan yang sama, terintegrasi, dan transparan. Oleh karena itu, aplikasi ini akan dibagikan ke semua Koperasi Merah Putih yang telah berdiri,” ujar Seno, Senin (2/6/2025).
Pemanfaatan teknologi ini tidak berjalan sendiri. Sistem keuangan digital tersebut akan ditopang oleh jaringan internet gratis yang telah digagas Pemprov Kaltim sebagai bagian dari transformasi layanan publik berbasis digital. Kolaborasi antara sistem aplikasi dan internet gratis diyakini mampu memperkuat efisiensi sekaligus meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan koperasi.
Menurut Seno Aji, keberadaan Koperasi Merah Putih bukan hanya sekadar instrumen ekonomi, tetapi juga menjadi motor utama dalam mengentaskan kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta menjamin kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa.
“Fungsi koperasi ini sangat strategis. Kita ingin koperasi desa menjadi alat untuk membangun kemandirian ekonomi warga, meningkatkan pendapatan, dan menjamin akses pangan serta gizi yang baik bagi masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat. Bagi Seno, pembangunan koperasi desa tidak cukup hanya berhenti pada tahap pembentukan. Diperlukan langkah-langkah lanjutan seperti pelatihan manajemen koperasi, pendampingan profesional, pembukaan akses permodalan, serta kebijakan yang memperkuat legalitas kelembagaan koperasi.
Dengan adanya digitalisasi melalui aplikasi ini dan didukung oleh akses internet yang merata, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi penggerak utama transformasi ekonomi desa. Program ini juga selaras dengan misi besar nasional untuk membangun desa dari pinggiran melalui koperasi sebagai pilar pembangunan ekonomi rakyat.
“Ini bukan sekadar soal koneksi internet. Ini tentang bagaimana teknologi menjadi fondasi bagi koperasi desa agar tumbuh menjadi institusi ekonomi yang kuat dan berdampak nyata,” pungkas Seno. (Adv Diskominfo Kaltim)
Penulis: Rey | Editor: Redaksi
