Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, pasokan kelapa di pasar tradisional Samarinda terpantau dalam kondisi aman dan stabil. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Disbun Kaltim), harga kelapa tetap berada pada kisaran Rp15.000 per butir.

Hal itu disampaikan oleh Marinda Asih R, Analis Kebijakan Muda Disbun Kaltim, yang turut serta dalam kegiatan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Segiri, Selasa (3/6/2025).

Dalam kegiatan tersebut, tim tidak hanya memantau komoditas pangan pokok, tetapi juga memperhatikan kondisi komoditas perkebunan seperti kelapa yang memiliki permintaan tinggi saat hari besar keagamaan.

“Pasokan kelapa sejauh ini tergolong stabil. Kita mendapatkan suplai dari dua daerah utama, yakni Sulawesi dan Handil untuk produksi lokal,” jelas Marinda usai melakukan pemantauan.

Menurutnya, meskipun Idul Adha berpotensi meningkatkan konsumsi kelapa, harga komoditas ini cenderung tidak terlalu fluktuatif karena lebih dipengaruhi oleh harga modal dari pemasok, bukan momen hari besar itu sendiri.

“Harga bisa naik kalau harga dasar dari suplier juga naik, begitu pula sebaliknya. Jadi bukan semata karena perayaan Idul Adha,” terangnya.

Marinda juga mengungkapkan bahwa pasokan kelapa impor, terutama dari Tiongkok, turut memberi andil dalam membentuk harga di pasaran.

Meski demikian, belum ditemukan indikasi adanya lonjakan signifikan. Ia menambahkan bahwa jika permintaan tinggi namun stok tetap tersedia, maka kestabilan harga masih bisa dipertahankan.

Dari pengamatannya, sejumlah pedagang di Pasar Segiri mampu menjual antara 500 hingga 700 butir kelapa per hari. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya permintaan masyarakat menjelang hari raya kurban.

Disbun Kaltim berkomitmen untuk terus memonitor dinamika harga dan distribusi komoditas perkebunan agar pasokan tetap lancar, baik di pasar tradisional maupun modern di wilayah Kalimantan Timur. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *