Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kini semakin menegaskan komitmennya dalam mengangkat mutu pendidikan di daerah, dengan memastikan bahwa peningkatan sumber daya manusia tak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga menyentuh aspek paling mendasarnya: tenaga pendidik.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa para guru memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul, sehingga kualitas mereka harus terus ditingkatkan. Melalui inisiatif Gratispol, Pemprov Kaltim kini membuka jalan bagi para guru untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 tanpa beban biaya.
“Kalau guru kita hebat, muridnya pun akan tumbuh hebat. Kami ingin para pendidik di Kaltim bisa lanjut kuliah hingga S2,” ungkap Rudy, Rabu (4/6/2025).
Program ini tak sekadar gagasan. Pemprov Kaltim telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di tanah air, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Hasanuddin (Unhas), untuk mewujudkan misi besar ini.
“Mereka telah menyatakan kesediaan untuk mendukung pengembangan pendidikan di Kaltim, termasuk memfasilitasi guru-guru kita dalam melanjutkan pendidikan formal mereka,” tambah Rudy.
Menurutnya, dengan menempuh pendidikan lebih tinggi, para guru akan lebih mumpuni dalam menganalisis kebutuhan pembelajaran dan merancang strategi pengajaran yang adaptif.
Lebih jauh, ia berharap peningkatan kompetensi ini bisa berdampak langsung pada pola pikir, sikap, dan semangat para siswa.
Gratispol, sebagai program unggulan Pemprov Kaltim, memang dirancang bukan hanya untuk mahasiswa atau pelajar dari kalangan tidak mampu, tetapi juga menyasar tenaga profesional, termasuk guru.
Mulai tahun ini, program ini mulai digulirkan sebagai bentuk konkret perhatian pemerintah terhadap pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Insyaallah kami di Pemprov akan terus mendampingi dan mendukung perjalanan akademik para pendidik di Kaltim. Harapannya, mereka menjadi teladan dalam ilmu, karakter, dan semangat belajar,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Kaltim)
Penulis: Rey | Editor: Redaksi
