Timesnusantara.com — Samarinda. Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menanggulangi persoalan banjir mendapat tanggapan positif dari anggota DPRD Kalimantan Timur daerah pemilihan Samarinda, Jahidin.
Ia menilai bahwa upaya yang dilakukan pemkot menunjukkan keseriusan tinggi, bahkan pengerjaan infrastruktur terus berlangsung hingga malam hari.
“Kalau kita lihat realitasnya, Samarinda ini memang berada di dataran rendah dengan curah hujan yang tinggi. Secara geografis, itu sudah jadi tantangan utama. Namun pemerintah kota tak tinggal diam. Mereka terus bekerja, bahkan sampai larut malam,” kata Jahidin, Sabtu (7/6/2025).
Ia mengungkapkan bahwa proyek-proyek perbaikan drainase berjalan intensif, salah satunya di ruas Jalan Ir H Juanda dekat Universitas 17 Agustus. Di titik tersebut, alat berat masih aktif beroperasi meskipun waktu sudah malam.
Menurut Jahidin, upaya seperti ini bukan sekadar bentuk formalitas pemerintahan, tapi cerminan nyata bahwa Pemkot serius mempercepat pengurangan risiko banjir.
“Ini pelayanan nyata, bukan simbolik. Saya menyaksikan sendiri bagaimana tim teknis masih bekerja saat malam, demi menuntaskan pembangunan drainase,” jelasnya.
Meski banjir masih belum bisa dihindari sepenuhnya, politisi dari PKS ini menilai bahwa perubahan mulai terasa. Ia menyebut genangan air yang sebelumnya bisa bertahan berhari-hari, kini lebih cepat surut hanya dalam hitungan jam.
“Dulu air bisa menggenang sampai empat hari. Sekarang, satu atau dua jam sudah kering. Ini kemajuan yang patut diapresiasi,” katanya.
Ia juga menyinggung kejadian banjir besar yang terjadi pada 12 dan 27 Mei lalu. Ketinggian air sempat mencapai 50 hingga 100 sentimeter di sejumlah kawasan seperti Jalan DI Panjaitan, Mugirejo, Air Hitam, P. Suryanata, Pasar Pagi, serta sekitaran Sungai Karang Mumus dan Bengkuring. Selain itu, lima kejadian longsor serta satu pohon tumbang turut tercatat dalam catatan bencana.
Di sektor pendidikan, Jahidin menyampaikan bahwa beberapa sekolah di Palaran ikut terdampak, antara lain SMPN 13, SDN 05, dan SDN 019, yang sempat terganggu proses belajar-mengajarnya akibat banjir.
Melihat kompleksitas permasalahan, Jahidin mendorong agar sinergi lintas sektor terus diperkuat. Ia menyebut beberapa proyek besar seperti normalisasi Sungai Karang Mumus, pembangunan kolam retensi di kawasan Pampang, dan penguatan sistem drainase di titik rawan banjir perlu terus dikawal dan dijalankan secara konsisten.
“Kami di DPRD akan terus mengawasi jalannya program ini. Infrastruktur penanganan banjir adalah kebutuhan dasar masyarakat. Itu harus jadi prioritas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian banjir tak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan juga menjadi kunci penting.
“Kesadaran masyarakat sangat diperlukan. Jangan buang sampah sembarangan. Pemerintah sudah berbuat, kini saatnya kita bersama-sama menjaga lingkungan,” pungkas Jahidin. (Adv/dprdkaltim)
