Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Permasalahan banjir yang terus berulang di Kota Samarinda kembali mencuat sebagai isu prioritas bagi DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, anggota Komisi II DPRD Kaltim, mengemukakan pentingnya membentuk satuan tugas khusus yang difokuskan untuk menangani banjir secara terpadu dan sistematis.

Menurut Afif, penyelesaian persoalan banjir tidak bisa digantungkan pada satu lembaga atau pemerintah daerah saja. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarinstansi, baik di level provinsi maupun kota, merupakan kunci utama dalam menghadirkan solusi jangka panjang.

“Kita tidak bisa terus-menerus saling melempar tanggung jawab. Penanganan banjir butuh sinergi nyata antar-pemangku kepentingan,” ungkapnya, Selasa (10/6/2025).

Sebagai langkah awal, Afif mengusulkan agar Komisi II DPRD Kaltim menginisiasi pertemuan bersama Wali Kota Samarinda dan pihak-pihak terkait lainnya.

Ia menilai bahwa forum dialog terbuka dapat menjadi ruang strategis untuk merumuskan kebijakan yang berbasis data dan mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.

“Saya sudah mendorong Ketua Komisi agar mengundang wali kota untuk duduk bersama. Kita butuh kesepahaman dalam menyusun rencana aksi yang terukur,” ujarnya.

Lebih jauh, Afif memaparkan bahwa solusi konkret untuk mengatasi banjir semestinya melibatkan berbagai komponen, mulai dari dinas teknis, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, hingga warga terdampak.

Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung seperti kolam retensi, rehabilitasi saluran air, serta normalisasi sungai.

Ia menyebutkan bahwa kondisi banjir yang terus berulang tidak hanya mencerminkan kerentanan lingkungan, namun juga mencerminkan lemahnya tata kelola pemerintahan.

Untuk itu, penanganan banjir menurutnya perlu masuk ke dalam agenda prioritas pembangunan daerah, lengkap dengan dukungan anggaran khusus dari pemerintah provinsi.

“Saya menyarankan dibentuk satgas khusus yang punya kewenangan penuh dan sumber daya memadai untuk bekerja secara fokus dan berkelanjutan dalam menyelesaikan masalah ini,” katanya tegas.

Afif meyakini bahwa pendekatan kolaboratif dan serius akan membawa dampak positif secara bertahap bagi warga Samarinda. Ia berharap penanganan banjir tidak hanya jadi wacana tahunan yang berulang, tetapi benar-benar menjadi agenda kerja nyata lintas institusi.

“Kalau seluruh pihak berkomitmen dan duduk bersama dalam semangat yang sama, saya optimistis Samarinda bisa keluar dari lingkaran masalah banjir yang berkepanjangan,” tutupnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *