Timesnusantara.com – Kukar. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata tengah menyiapkan strategi baru untuk mengoptimalkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan Kukarland 2025, festival hiburan tahunan yang selama ini dikenal gratis dan meriah.
Kukarland akan hadir dengan pendekatan lebih terarah, menjadikan sektor UMKM dan perhotelan sebagai bagian inti dari ekosistem festival.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, menyebut pemerintah tak lagi hanya mengejar popularitas event, melainkan efek riil bagi perekonomian lokal.
“Kami tidak anti dengan event besar, karena secara langsung berpengaruh pada tingkat hunian penginapan di Kukar. Tapi gregetnya belum terasa. Maka, sekarang kami akan mendorong treatment baru,” ujarnya, Rabu, (4/6/2025).
Skema insentif yang akan diterapkan berupa akses VIP ke area panggung utama bagi pengunjung yang menunjukkan kontribusi ekonomi nyata.
Pengunjung yang menginap di hotel selama minimal empat hari akan memperoleh hak akses eksklusif. Begitu pula dengan mereka yang melakukan transaksi produk lokal senilai minimal Rp500 ribu, akan mendapatkan fasilitas serupa.
Konsep ini tetap mempertahankan karakter gratis Kukarland, namun dengan insentif yang mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Semuanya tetap gratis, tapi kami buat pola baru agar ada timbal balik. Mereka yang berbelanja dan menginap, ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan UMKM. Itu yang kami dorong,” tegas Zikri.
Dengan strategi ini, Pemkab Kukar berharap efek ekonomi dari festival tidak hanya terkonsentrasi pada sektor hiburan, tetapi turut dirasakan oleh pelaku usaha kecil menengah serta industri akomodasi.
Festival ini menjadi alat untuk menghidupkan ekonomi kreatif daerah, terutama di tengah upaya memperkuat identitas Kukar sebagai destinasi wisata alternatif di Kalimantan Timur.
