Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengonfirmasi bahwa satu dari dua pasien yang sebelumnya dirawat di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda dinyatakan positif Covid. Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, pada Sabtu kemarin (15/6/2025).

“Hasilnya memang terkonfirmasi positif, tetapi untuk mengetahui variannya perlu waktu satu bulan. Yang satunya sudah pulang karena sudah negatif,” ungkap Jaya.

Kedua pasien sebelumnya dirawat di ruang isolasi dengan gejala yang mengarah pada infeksi Covid-19. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan hanya satu pasien yang benar-benar positif, sementara satu lainnya dinyatakan sembuh dan dipulangkan.

Pasien yang masih menjalani perawatan diketahui memiliki penyakit penyerta (komorbid) sehingga membutuhkan pengawasan ketat.

Meski demikian, kondisi pasien saat ini dilaporkan stabil dan menunjukkan tanda-tanda membaik. Jika terus mengalami kemajuan positif, tidak menutup kemungkinan pasien tersebut juga akan segera dipulangkan.

Menghadapi temuan ini, Dinas Kesehatan Kaltim langsung meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas layanan kesehatan.

“Kami imbau masyarakat tidak panik, tapi tetap waspada. Protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak tetap harus dijalankan,” tambah Jaya.

Meski belum ada lonjakan kasus maupun klaster baru, Dinas Kesehatan tetap memperketat pengawasan dan pelacakan. Kebijakan monitoring dan surveilans diperkuat demi mendeteksi kasus serupa sejak dini. Pihaknya juga menyiapkan skenario penanganan jika ditemukan pasien baru dalam waktu dekat.

“Kami sudah siapkan skenario penanganan jika kasus baru ditemukan. Dengan pengalaman sebelumnya, kami siap merespon cepat,” tegas Jaya.

Selain kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia, Jaya menekankan pentingnya kerja sama semua pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus bersatu menghadapi dinamika penyebaran virus yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Dinas Kesehatan pun mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala mencurigakan, seperti gangguan pernapasan atau demam mendadak. Masyarakat juga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut.

Langkah preventif dan gotong royong dianggap kunci menjaga keselamatan bersama dalam menghadapi potensi penyebaran Covid di Kalimantan Timur. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *