Timesnusantara.com – Kukar. Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terhadap penguatan kehidupan beragama terus ditunjukkan secara konkret.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyatakan bahwa berbagai program keagamaan di Kukar telah menjadi bagian dari prioritas pembangunan berbasis masyarakat dalam kerangka Kukar Idaman.
“Peran serta Majelis Taklim, khususnya di Tenggarong dan sekitarnya, sangat besar dalam menjaga silaturahim dan membina umat melalui aktivitas keagamaan,” ucap Edi, belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa Pemkab Kukar tidak hanya memberikan dukungan secara simbolis, melainkan menjadikan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari visi pembangunan daerah. Hal ini diperkuat dalam RPJMD Kukar 2021–2026 melalui Perda Nomor 6 Tahun 2021.
Salah satu program yang terus dijalankan dan menjadi sorotan adalah 1 Desa 1 Hafidz, yang sudah berlangsung selama lima tahun dan dibimbing langsung oleh Ustadz Harun Nur Rasyid.
Menurut Edi, program ini telah membentuk kader-kader penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya memberi dampak lokal, tetapi juga nasional.
“Program ini telah memberikan hasil nyata dalam penguatan sumber daya manusia keagamaan,” jelasnya.
Keberhasilan Kukar dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pun dibanggakan. Dalam enam tahun terakhir, Kukar selalu menjadi Juara Umum tingkat provinsi.
Sementara itu, dalam MTQ Nasional 2024 yang digelar di Kalimantan Timur, 19 peserta dari Kukar tampil, dan 9 di antaranya meraih Juara 1 Nasional.
“Sebagai bentuk apresiasi, kami berikan masing-masing satu unit rumah kepada sembilan juara nasional dari Kukar,” ungkap Edi.
Ia juga kembali mendorong pelaksanaan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) sebagai program strategis yang mengakar hingga ke desa-desa.
Ia juga meminta agar kegiatan majelis taklim terus digelar guna menjadi pelopor dalam pembinaan keagamaan di tingkat masyarakat.
“Saya harap kegiatan majelis taklim yang biasa digelar oleh ibu-ibu di desa terus dilaksanakan, karena pelajarannya langsung diserap dari sektor bawah,” pungkasnya.
