Timesnusantara.com — Samarinda. Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, menyoroti peningkatan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi selama satu semester terakhir di wilayah Kaltim. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah kasus telah menembus angka seribu dengan satu kasus kematian tercatat.
“DBD ini bukan penyakit baru, ini penyakit musiman yang selalu muncul setiap tahun. Maka seharusnya sudah menjadi catatan penting bagi kita semua, terutama saat perubahan cuaca dari musim hujan ke musim panas,” ujar Damayanti, Jumat (20/6/2025).
Politisi dari Fraksi PKB tersebut menegaskan bahwa lonjakan kasus ini harus menjadi peringatan serius, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat.
Ia menilai, Dinas Kesehatan perlu lebih cepat tanggap dalam melakukan upaya antisipasi dan pencegahan sejak dini, terutama ketika cuaca mulai tidak menentu.
“Perubahan cuaca ini seharusnya bisa diprediksi. Dinkes seharusnya sigap, tidak hanya reaktif saat kasus sudah meningkat,” tambahnya.
Namun, Damayanti juga menekankan bahwa penanganan DBD tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya Pemprov atau kabupaten/kota, tetapi masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar kampanye gerakan 3M Plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air) terus digencarkan, tidak hanya saat terjadi lonjakan kasus, tetapi secara berkala sepanjang tahun.
Damayanti berharap dengan langkah pencegahan yang lebih terkoordinasi, kasus DBD di Kaltim dapat ditekan dan tidak menyebabkan korban jiwa di masa mendatang.
“Kita harus belajar dari pengalaman setiap tahun. Jangan sampai kita anggap remeh, karena nyawa masyarakat yang jadi taruhannya,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)
