Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyayangkan terjadinya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang mencapai lebih dari Rp2,5 triliun dalam pelaksanaan APBD tahun anggaran sebelumnya.

Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PKB, Damayanti, menilai bahwa Silpa sebesar itu mencerminkan kurang optimalnya perencanaan dan eksekusi anggaran oleh pemerintah provinsi.

“Silpa sebesar 2,5 triliun rupiah ini artinya ada hak masyarakat yang sebenarnya bisa segera diwujudkan, tetapi tertunda karena perencanaan dan pelaksanaan yang belum maksimal,” ujar Damayanti, Jumat (20/6/2025).

Ia menekankan bahwa anggaran tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk sektor-sektor strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak daerah di Kalimantan Timur yang kekurangan fasilitas pendidikan, termasuk kota besar seperti Balikpapan.

“Kita lihat Balikpapan saja masih kekurangan fasilitas pendidikan. Padahal anggaran sebesar itu bisa dialokasikan untuk hal-hal yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Damayanti pun mengingatkan Pemerintah Provinsi Kaltim agar lebih teliti dan realistis dalam menyusun program ke depan.

Ia meminta agar penyusunan anggaran benar-benar mempertimbangkan daya serap dan kesiapan teknis di lapangan, agar tidak terjadi penumpukan Silpa yang hanya menjadi angka tanpa realisasi nyata.

“Bukan berarti pemerintah mengabaikan hak masyarakat, tapi ini menjadi bentuk jeda yang tidak perlu. Padahal masyarakat butuh percepatan pelayanan dan pembangunan,” lanjutnya.

Menurut Damayanti, Fraksi PKB akan terus mendorong agar Pemprov Kaltim memperbaiki pola perencanaan anggaran, dengan tujuan agar seluruh dana yang sudah disepakati dalam APBD benar-benar bisa direalisasikan secara optimal dan tepat sasaran.

“Yang kita perjuangkan adalah agar dana publik kembali kepada publik, dalam bentuk layanan dan pembangunan yang terasa langsung manfaatnya,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *