Timesnusantara.com – Kukar. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, langsung mengumumkan arah kebijakannya, tak ada istilah tunggu 100 hari kerja. Ia memilih langsung tancap gas untuk mengeksekusi program-program prioritas yang selama ini sudah digagas melalui visi Kukar Idaman.
Aulia menyampaikan bahwa pemerintahannya akan langsung melanjutkan program tanpa jeda. Baginya, tidak ada ruang untuk “bulan madu” politik. Yang ada hanya kejar target dan respons cepat atas kebutuhan rakyat.
“Kita langsung kerja. Tidak ada 100 hari. Itu zamannya Roosevelt saat krisis besar. Di Kukar, tidak ada jeda. Hari pertama kami sudah mulai berlari,” tegasnya, di Pendopo Odah Etam, Senin (23/6/2025).
Ia mengungkapkan bahwa undangan pelantikan baru diterima malam sebelumnya, sekitar pukul 10 malam, demi mengejar agenda retret bersama seluruh kepala daerah.
“Kami dapat undangan dadakan karena memang harus segera bergabung dalam retret. Kutai Kartanegara jadi satu-satunya yang belum. Jadi saya mohon rekan media bisa bantu sampaikan agar teman-teman di kecamatan paham konteksnya,” jelasnya.
Menariknya, Aulia menyebut bahwa jika punya waktu sebelum berangkat, orang pertama yang ingin ia temui adalah insan pers.
“Jujur, kalau saya punya waktu tiga hari saja sebelum berangkat, orang pertama yang saya temui pasti teman-teman media. Karena pers itu penyambung lidah rakyat. Pers tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ungkapnya.
Ia juga menjanjikan pertemuan khusus dengan awak media dalam waktu satu minggu setelah kembali dari retret. Ia ingin membuka komunikasi dua arah sejak awal, karena percaya media adalah mitra strategis pemerintahan.
Soal arah pemerintahan ke depan, Aulia menegaskan tidak ada perbedaan visi dengan pemerintahan sebelumnya. Ia menyebut transisi ini sebagai penyempurnaan.
“Kukar Idaman itu kita lanjutkan. Bedanya, kita buat jadi versi terbaik. Jadi ini bukan start baru, tapi akselerasi,” katanya.
Beberapa program akan langsung dieksekusi, terutama yang sudah disiapkan sebelumnya dan tinggal menunggu realisasi. Ia menargetkan, sebelum 100 hari, masyarakat Kukar sudah bisa melihat hasil konkret dari akselerasi kerja pemerintahannya.
