Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengonsolidasikan peran strategis lembaga kemasyarakatan desa sebagai motor utama pelaksanaan berbagai program unggulan pemerintah daerah.

Penguatan kelembagaan ini diyakini menjadi kunci keberhasilan sejumlah inisiatif baru yang digulirkan, dari pembangunan skala RT hingga program kesejahteraan berbasis keluarga.

Kepala Bidang Kelembagaan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lembaga Adat DPMD Kukar, Riyandi Elvander, menegaskan bahwa sinergi antar-lembaga di tingkat desa menjadi fondasi utama dalam mengakselerasi visi-misi Bupati Aulia Rahman Basri ke depan.

“Akan banyak program unggulan yang digulirkan Dinas PMD. Tapi semua itu tidak akan berjalan efektif tanpa peran aktif lembaga kemasyarakatan desa. Karena di situlah titik temu antara program pemerintah dan kebutuhan nyata masyarakat,” terangnya, di Pendopo Odah Etam, Senin (23/6/2025).

Beberapa program yang disebut Riyandi antara lain peningkatan nilai bantuan pembangunan Basirun Tangga dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta per RT, serta peluncuran program bantuan Rp1 juta per kepala keluarga. Tak hanya itu, pemerintah juga akan menggulirkan program Satu Keluarga Satu Sarjana, untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi warga desa.

“Program-program ini harus dimulai dari basis yang kuat. Kalau kelembagaan desanya solid, data akurat, dan kolaborasi lintas elemen terjaga, maka dampaknya akan luar biasa,” jelasnya.

DPMD Kukar pun menyiapkan mekanisme pendampingan, pelatihan, dan pengawasan intensif terhadap perangkat dan lembaga desa, termasuk Karang Taruna, LPM, BPD, dan tokoh adat. Tujuannya agar mereka mampu menjadi pelaksana sekaligus pengawal program dengan semangat gotong royong dan transparansi.

Lebih jauh, Riyandi menilai era pemerintahan saat ini harus bergerak cepat namun tetap berbasis pada pendekatan sosial budaya masyarakat lokal. Karenanya, semua program yang akan dijalankan tidak hanya bersifat teknis, tapi juga mengandung unsur pembangunan karakter dan pemberdayaan berkelanjutan.

“Kami optimis, dengan dukungan lembaga desa yang kuat, Kukar akan mampu menciptakan ekosistem pembangunan masyarakat yang inklusif dan menyeluruh,” tegasnya.

Program berbasis pemberdayaan ini juga diharapkan mampu mengangkat potensi lokal desa, mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah, dan membangun daya saing masyarakat desa secara mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *