Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara terus menggenjot pemenuhan sarana dan prasarana untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Fokus utama saat ini adalah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), terutama untuk kebutuhan ruang kelas dan toilet.

Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana SD Disdikbud Kukar, Al Adawiyah, menegaskan, ruang kelas menjadi kebutuhan paling mendesak karena masih banyak sekolah yang belum memenuhi standar jumlah ruang belajar.

“Di Kukar ada 479 SD, negeri dan swasta. Banyak di antaranya masih kekurangan ruang kelas, sehingga pembelajaran terpaksa dibagi shift, ada yang masuk pagi dan ada yang siang,” ungkap Al Adawiyah.

Selain ruang kelas, toilet juga menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung pada kenyamanan dan kesehatan siswa. Menurutnya, rehabilitasi dan pembangunan toilet terus diupayakan secara bertahap di seluruh kecamatan.

“Tahun ini kami menyebar bantuan ke seluruh 20 kecamatan. Bentuk bantuannya tidak hanya pembangunan ruang kelas, tapi juga sarana lain seperti TIK, toilet, mebeler, dan alat olahraga,” terangnya.

Untuk teknologi pembelajaran, Kukar sudah hampir merampungkan distribusi Chromebook ke seluruh SD.

Perangkat ini digunakan untuk menunjang ujian berbasis digital, baik secara online maupun offline. Program ini sudah berjalan sejak 2020 dengan pendanaan awal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Karena DAK tidak bisa menjangkau semua sekolah, kami lengkapi dari APBD. Saat ini, hampir semua siswa kelas 4 sampai 6 sudah terlayani,” jelasnya.

Al Adawiyah menyebutkan, secara umum jaringan internet di sekolah-sekolah Kukar sudah cukup memadai berkat dukungan Diskominfo.

Namun untuk daerah-daerah seperti Tabang, pelatihan tambahan bagi guru masih dibutuhkan agar mereka bisa memanfaatkan perangkat digital secara optimal.

“Guru-guru senior yang awalnya kesulitan pakai laptop sekarang sudah mulai terbiasa. Chromebook sangat membantu pekerjaan mereka, termasuk mencari bahan ajar dan menyusun evaluasi pembelajaran,” ucapnya.

Tak hanya untuk siswa, Disdikbud Kukar juga mengalokasikan laptop untuk kebutuhan administrasi sekolah seperti bendahara, kepala sekolah, dan tenaga tata usaha. Langkah ini diharapkan bisa mendukung manajemen sekolah yang lebih efisien dan akuntabel.

“Kalau nanti ada tambahan anggaran, yang ingin kami prioritaskan adalah penyelesaian kebutuhan ruang kelas dan rehabilitasinya. Karena itu yang paling krusial di semua kecamatan,” pungkasnya.

(Adv. R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *