Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Kabupaten Kutai Kartanegara terus memantapkan diri sebagai pelopor transformasi digital di sektor pendidikan. Melalui program Sekolah Rujukan Google (SRG), Kukar menargetkan menjadi distrik digital pertama di Indonesia. Saat ini, 12 dari 20 kecamatan di Kukar telah memiliki sekolah kandidat SRG.

Komitmen ini disampaikan oleh Plt Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana. Menurutnya, misi menjadikan Kukar sebagai distrik digital bukan sekadar ambisi, tapi sudah dalam tahap implementasi konkret.

“Saat ini, 12 kecamatan sudah memiliki sekolah KSRG, empat kecamatan sedang menunggu penilaian, dan sisanya dalam proses pembinaan.” ungkapnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, salah satu syarat utama adalah seluruh kecamatan di Kukar harus memiliki minimal satu sekolah kandidat SRG. Proses pembinaan ini melibatkan Disdikbud Kukar dan para pelatih bersertifikasi Google.

Selain itu, Kukar juga mulai dikenal dalam skala internasional berkat keberhasilannya mengimplementasikan transformasi digital di sekolah-sekolah pelosok. Beberapa waktu lalu, Kukar diundang ke kantor pusat Google Asia Pacific di Singapura untuk berbagi praktik baik.

“Dalam forum itu, lebih dari 10 negara hadir. Kukar mendapat kehormatan untuk mempresentasikan bagaimana Chromebook dan Google Workspace kami gunakan dalam pembelajaran,” jelasnya.

Tak hanya itu, pada Juli mendatang, Kementerian Pendidikan Jepang dijadwalkan mengunjungi Kukar untuk melihat langsung implementasi Sekolah Rujukan Google di lapangan. Kunjungan ini akan berlangsung pada 28–30 Juli.

“Ini membuktikan bahwa Kukar sudah jadi referensi global dalam pembelajaran digital. Kami tidak lagi hanya bicara lokal, tapi sudah dipercaya di tingkat internasional,” tegasnya.

Transformasi ini juga tak lepas dari dukungan tim Google Indonesia yang rutin memberikan pendampingan teknis dan evaluasi kepada sekolah-sekolah di Kukar. Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam akselerasi program.

“Yang terpenting, transformasi digital ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru wajib mengintegrasikan teknologi di kelas agar siswa lebih terlibat dan pembelajaran menjadi interaktif,” tambahnya.

Disdikbud Kukar terus memperkuat dukungan, baik melalui pengadaan perangkat, pelatihan SDM, maupun peningkatan konektivitas internet di sekolah-sekolah pelosok. Tujuannya agar tidak ada sekolah yang tertinggal dalam proses digitalisasi ini.

“Kami tidak ingin ini hanya menjadi proyek jangka pendek. Target kami adalah perubahan sistemik. Jika semua berjalan sesuai rencana, Kukar akan menjadi role model distrik digital di Indonesia,” tutupnya.

(Adv. R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *