Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Akses pendidikan tinggi yang terjangkau dan merata di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali diperluas. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tengah memperjuangkan agar Universitas Terbuka (UT) bisa segera masuk dalam skema GratisPol, program pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang telah membantu ribuan mahasiswa daerah.

Meski Universitas Terbuka telah lama hadir di Kalimantan Timur dengan gedung perkuliahan dan mahasiswa aktif yang mayoritas warga Kaltim, secara administratif kampus tersebut masih terdaftar di Jakarta sesuai data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Hal ini menjadi kendala bagi UT untuk bergabung ke program GratisPol, yang mewajibkan kampus-kampus penerima subsidi tercatat resmi berdomisili di Kaltim.

“Secara fisik UT ada di sini, mahasiswa kita juga banyak yang kuliah di situ. Tapi karena domisilinya masih Jakarta, belum bisa masuk GratisPol. Kita minta supaya UT segera menetapkan alamat tetapnya di Kaltim,” ujar Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Kamis (3/7/2025).

Pemprov Kaltim menargetkan persoalan administrasi itu tuntas dalam waktu dekat. Jika semua berjalan sesuai rencana, Universitas Terbuka Kaltim bisa masuk daftar kampus penerima GratisPol mulai tahun 2026.

“Permintaan dari mahasiswa dan masyarakat sudah banyak, Insya Allah kita perjuangkan supaya tahun 2026 UT bisa ikut GratisPol,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Armin, menilai kehadiran UT sangat strategis untuk membantu anak-anak daerah yang selama ini kesulitan melanjutkan kuliah ke kota karena mahalnya biaya hidup.

“Dengan UT, mereka bisa tetap tinggal di kampung halaman, kuliah daring, dan tidak perlu memikirkan biaya kos dan makan di kota. GratisPol selama ini memang baru menanggung UKT, belum ke biaya hidup,” jelasnya.

Armin mencatat, saat ini ada sekitar 9.000 anak muda Kaltim di bawah usia 25 tahun yang berpotensi melanjutkan pendidikan tinggi, namun masih terganjal masalah biaya. Dengan bergabungnya UT ke program GratisPol, diharapkan lebih banyak generasi muda yang terbantu melanjutkan pendidikan.

Namun demikian, Seno Aji mengingatkan bahwa program GratisPol saat ini masih fokus pada pembebasan UKT saja. Biaya hidup bagi mahasiswa belum masuk dalam cakupan program, kecuali untuk kasus khusus seperti Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim, yang sempat mendapat dukungan biaya hidup karena jumlah mahasiswanya masih sedikit.

“Kita masih fokus ke UKT dulu, biaya hidup nanti kita kaji. Yang penting semangatnya adalah membantu sebanyak mungkin anak-anak Kaltim supaya bisa kuliah,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *