Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. DPRD Kalimantan Timur menyambut positif langkah Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang mendorong sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan perusahaan tambang dan migas. Inisiatif ini dinilai menjadi peluang emas bagi peningkatan pendapatan daerah yang selama ini masih jauh dari potensi maksimal.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menilai keterlibatan BUMD dalam sektor sumber daya alam akan memperkuat ketahanan fiskal daerah serta memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian lokal.

“Ini adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan. Ketika BUMD dilibatkan dalam pengelolaan sumber daya alam, maka daerah punya peran lebih besar dalam menikmati hasilnya,” ujar Firnadi, Kamis (3/7/2025).

Firnadi menekankan, peran BUMD tidak harus masuk langsung ke lini utama bisnis tambang dan migas.

Menurutnya, banyak peluang yang bisa digarap di sektor pendukung, seperti transportasi logistik, bongkar muat, hingga penyediaan layanan pendukung industri.

“Jasa pendukung seperti angkutan, pergudangan, dan logistik itu sangat potensial. BUMD bisa mulai dari situ, asalkan disiapkan dengan baik dan sesuai standar teknis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Firnadi menilai sinergi antara sektor usaha strategis dan BUMD harus difasilitasi dengan baik oleh pemerintah daerah.

Selama ini, kontribusi industri tambang dan migas ke kas daerah dinilai belum optimal karena minimnya keterlibatan BUMD.

“Kita ingin BUMD tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pemain. Jika ini berjalan, dampaknya akan terasa langsung ke perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

DPRD Kaltim, kata Firnadi, siap mendukung langkah ini dengan mendorong lahirnya regulasi yang memudahkan kerja sama, penguatan kapasitas BUMD, serta pengawasan agar kolaborasi berjalan secara sehat dan transparan.

“Kami tidak ingin ini hanya berhenti sebagai gagasan. Sudah saatnya komunikasi yang dibangun Pak Gubernur dengan pelaku usaha ditindaklanjuti dalam bentuk aksi nyata,” tegasnya.

Firnadi juga mengajak semua pihak, baik pemerintah, legislatif, maupun pelaku usaha untuk memandang kolaborasi ini sebagai investasi jangka panjang demi mewujudkan kemandirian ekonomi Kaltim di masa depan.

“Kalau kita kelola dengan serius dan komitmen yang kuat, BUMD bisa jadi motor penggerak utama pembangunan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *