Timesnusantara.com – KUKAR. Dengan mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani dan pekebun, Desa Jembayan Dalam di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, telah menetapkan sektor pertanian sebagai program pembangunan andalan. Populasi 3.300 jiwa yang terbagi dalam 750 kepala keluarga ini sangat bergantung pada hasil bumi seperti karet, sawit, dan aneka buah-buahan musiman.
Kepala Desa Jembayan Dalam, Rusmiadi, menegaskan bahwa potensi desa ini sangat besar mengingat hampir seluruh lahan pertanian dan perkebunan dimiliki oleh warga.
“Warga kami rata-rata bertani dan berkebun. Komoditasnya beragam, dari karet, sawit, hingga durian dan rambutan,” kata Rusmiadi Jum’at (4/7/2025).
Potensi inilah yang menjadi motor penggerak program ketahanan pangan berbasis masyarakat di desa tersebut, yang kini didukung oleh delapan kelompok tani aktif di 10 RT dengan total lahan 500 hektare.
Pada tahun 2024, upaya pengembangan pertanian semakin diperkuat dengan bantuan satu unit ekskavator mini dari Bupati Kukar melalui Dinas Pertanian. Alat ini berperan krusial dalam membuka dan memperluas lahan garapan baru.
“Insya Allah ke depan kami ingin mengembangkan ketahanan pangan lebih luas,” ujar Rusmiadi.
Meski demikian, progres perbaikan infrastruktur sudah terlihat sejak 2023, dengan dukungan dari Dinas PU Kukar, DPRD Kukar, serta Alokasi Dana Desa (ADD) yang dialokasikan khusus untuk pembenahan jalan tani. Melangkah ke tahun 2025, pemerintah desa Jembayan Dalam telah menyiapkan langkah strategis berupa normalisasi parit sepanjang 10 kilometer dan pembangunan embung.
“Kami telah mengajukan rencana ini ke Dinas Pertanian dan Dinas PU. Normalisasi parit dan embung ini sangat vital untuk menunjang irigasi dan mitigasi banjir,” pungkasnya (Adv).
