Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Kesenjangan digital antara desa dan kota masih menjadi tantangan nyata di Kalimantan Timur. Menjawab persoalan itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mendorong percepatan digitalisasi desa dengan melibatkan peran aktif sektor swasta.

Salah satu mitra yang menunjukkan komitmennya adalah PT Indosat Ooredoo Hutchison Kalimantan. Perusahaan telekomunikasi tersebut menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan Program Gratispol, terutama dalam menyediakan akses internet gratis di desa-desa yang masih blank spot jaringan.

Hal itu terungkap saat perwakilan Indosat bersilaturahmi dengan Wakil Gubernur Seno Aji di ruang kerjanya, Selasa (8/7/2025). Rombongan dipimpin oleh Cluster Sales Executive MC Samarinda, Sidiq Aldino, bersama dua tim komunikasi pemasaran, Muhammad Fahruraji Annur dan Dwiky Septylio Kurnia.

“Kami terbuka bekerja sama dengan siapa pun yang serius membantu masyarakat desa. Kalau Indosat sudah siap, silakan kita realisasikan. Jangan hanya jadi program di atas kertas,” kata Seno Aji diwawancarai usai pertemuan.

Ia menekankan, digitalisasi desa bukan sekadar membangun infrastruktur jaringan, tapi soal membuka akses masyarakat terhadap informasi, pendidikan, dan peluang usaha baru di era digital.

Namun demikian, Seno menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan mengevaluasi secara menyeluruh setiap program kerja sama yang ditawarkan.

Ia meminta Indosat memaparkan secara rinci rencana teknis, wilayah prioritas, hingga target manfaatnya.

“Kami tunggu presentasinya secara resmi. Kami ingin tahu programnya seperti apa, siapa yang terlibat, dan sejauh mana kontribusinya untuk masyarakat desa,” tegasnya.

Menurut Seno, keberhasilan transformasi digital di desa hanya akan terwujud jika pemerintah dan swasta berjalan beriringan, tidak sekadar mengejar branding perusahaan semata.

Ia berharap kolaborasi seperti ini bisa menjadi contoh konkret bagaimana sektor swasta berkontribusi dalam membangun Kalimantan Timur yang inklusif dan modern.

“Di era sekarang, akses internet itu sudah kebutuhan dasar. Jangan sampai anak-anak desa tertinggal hanya karena tidak bisa terhubung dengan dunia luar,” ujarnya.

Program Gratispol sendiri merupakan salah satu inisiatif Pemprov Kaltim yang bertujuan memberikan layanan internet gratis di fasilitas umum, termasuk desa-desa terpencil. Langkah ini diharapkan mampu mempersempit kesenjangan digital dan memperluas literasi teknologi di seluruh wilayah Kaltim.

Dengan sinergi yang tepat, Seno optimistis desa-desa di Kaltim bisa bangkit, mandiri, dan terkoneksi dengan lebih baik ke depan. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *