Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Ancaman narkoba di Kota Samarinda makin meresahkan. Bukan hanya sekadar tindak kriminal biasa, peredaran narkoba dinilai telah menjadi ancaman serius yang mengintai masa depan generasi muda.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, dengan tegas meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas tanpa kompromi terhadap para pelaku kejahatan narkotika.

Menurutnya, tidak ada ruang toleransi bagi siapapun yang terlibat dalam jaringan narkoba.

“Kalau sudah menyangkut anak-anak dan masa depan bangsa, maka kita tidak bisa lagi main aman. Ini waktunya bertindak nyata,” ujar Fuad, Kamis (10/7/2025).

Fuad menyoroti kawasan padat penduduk di Samarinda yang kerap menjadi titik rawan peredaran narkoba. Ia menilai, wilayah-wilayah tersebut membutuhkan pengawasan berlapis, tak hanya dari kepolisian dan BNN, tapi juga oleh masyarakat sebagai garda terdepan.

Salah satu isu yang sempat mengemuka adalah dugaan keberadaan “loket narkoba” di kawasan Samarinda Pelabuhan Lama (SPL). Meski kabar itu telah dibantah warga, Fuad melihat peristiwa tersebut sebagai alarm penting bahwa pengawasan berbasis komunitas tidak boleh kendor.

“Penolakan warga SPL terhadap narkoba menjadi bukti nyata bahwa masyarakat tidak tinggal diam. Mereka ingin lingkungannya bersih dan aman dari narkoba,” terangnya.

Ia mengapresiasi langkah aktif para tokoh masyarakat, ketua RT, hingga kelurahan yang selama ini rutin melakukan pendataan penduduk, patroli lingkungan, dan sosialisasi bahaya narkoba. Bagi Fuad, pendekatan berbasis komunitas seperti ini harus direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi kerawanan serupa.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya preventif tidak akan efektif tanpa dibarengi dengan penegakan hukum yang keras dan konsisten.

“Tanpa penindakan langsung, pesan-pesan pencegahan hanya akan jadi slogan kosong. Kita butuh ketegasan di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fuad menyerukan agar semua elemen masyarakat terlibat aktif menjaga lingkungan masing-masing. Ia menyebut peran orang tua, sekolah, dan organisasi sosial sangat vital dalam membentengi generasi muda dari pengaruh narkoba.

“Pencegahan harus dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar. Ini bukan sekadar tugas polisi atau BNN, tapi tanggung jawab kita semua,” jelasnya.

Dengan kolaborasi yang kuat antara aparat penegak hukum dan partisipasi masyarakat, Fuad yakin Samarinda bisa menjadi kota yang tangguh menghadapi ancaman narkoba.

“Kita harus bergerak bersama. Jika semua pihak serius, Samarinda bisa bebas dari narkoba dan jadi kota yang aman untuk generasi masa depan,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *