Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Program Pemerintah Kota Samarinda yang menggratiskan Lembar Kerja Siswa (LKS) di seluruh jenjang pendidikan mendapat sambutan positif dari Ketua Komisi IV DPRD, Mohammad Novan Syahronny Pasie.

Ia menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kepedulian konkret terhadap dunia pendidikan dan upaya meringankan tanggungan biaya pendidikan keluarga.

“Ini langkah strategis yang patut diapresiasi. Orang tua tidak lagi dibebani dengan biaya tambahan untuk LKS, yang selama ini menjadi keluhan setiap awal tahun ajaran,” ujar Novan, Jum’at (11/7/2025).

Ia menjelaskan, skema pendistribusian LKS telah dirancang secara tepat dengan memanfaatkan data siswa berbasis nama dan alamat (by name by address), untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh siswa yang memang aktif belajar di sekolah.

“Dengan sistem itu, kita bisa pastikan distribusinya menyasar langsung kepada peserta didik, tanpa ada potensi salah sasaran,” terangnya.

Novan menegaskan, program ini sudah tercover dalam belanja pendidikan yang berasal dari alokasi wajib 20 persen dari total APBD Kota Samarinda.

Menurutnya, pemanfaatan anggaran tersebut sudah tepat karena menyentuh kebutuhan dasar siswa.

“Anggarannya jelas berasal dari pagu mandatori untuk sektor pendidikan. Jadi, tidak ada yang dikorbankan, semua tetap dalam koridor aturan,” tegasnya.

Tak hanya soal anggaran, Novan juga menekankan pentingnya pengawasan dalam implementasi program tersebut. Menurutnya, distribusi gratis LKS harus diikuti dengan pengawasan ketat agar benar-benar memberi dampak pada proses belajar-mengajar di sekolah.

“DPRD akan terus menjalankan peran kontrol. Jangan sampai LKS hanya jadi formalitas. Yang utama adalah pemanfaatannya efektif dan membantu peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *