Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui panitia seleksi telah mengumumkan jajaran direksi baru untuk beberapa BUMD, setelah proses seleksi resmi tahun 2025. Pengumuman ini berlangsung tepat setelah tahapan pendaftaran, uji kelayakan, dan presentasi kandidat selesai akhir Juni lalu .
Rekrutmen tahun ini meliputi posisi strategis seperti direktur utama, operasional, dan keuangan-SDM untuk lima BUMD, termasuk PT Migas Mandiri Pratama Kaltim dan PT Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera. Jumlah formasi bahkan bertambah demi memenuhi kebutuhan pengelolaan perusahaan daerah yang lebih optimal.
Menanggapi terpilihnya para direksi baru, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyambut baik namun menyampaikan harapan besar agar para pemimpin tersebut bukan sekadar menjalankan sistem yang berjalan, melainkan bisa membawa perubahan signifikan terhadap kontribusi PAD daerah.
“Harus dicari orang‑orang yang visioner, dan punya jaringan yang luas,” tegasnya, Selasa (15/7/2025).
Menurut Ananda, perusda selama ini masih terkendala target-target kecil yang hanya “aman-aman saja”. Padahal peran BUMD sejatinya mendorong pendapatan daerah lewat bisnis yang besar dan visioner.
“Target kecil, yang penting harus sampai target, padahal targetnya bunga aja. Harapan besar untuk perusda, jangan sampai targetnya hanya segitu‑segitu saja,” ujarnya.
Ia juga mengkritik carut-marut soal suntikan modal dari APBD yang kerap dibutuhkan perusda sebagai akibat performa yang belum optimal.
“Setiap kali selalu ada susah suntikan modal,” kata Ananda, menyoroti ketergantungan perusda terhadap pendanaan daerah.
Untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan dan objektif, Pemprov melibatkan tim penilai independen dan menetapkan kriteria ketat: usia 35–55 tahun, pendidikan minimal S1, pengalaman manajerial lima tahun, serta bersih dari konflik kepentingan atau sengketa hukum .
Kini seleksi telah mencapai tahap akhir dan nama-nama direksi terpilih telah diumumkan secara resmi. Jadwal selanjutnya adalah mendengar rencana strategis para pemimpin baru tersebut, sebelum penetapan akhir dan pelantikan.
Ananda meminta agar direksi terpilih segera merumuskan visi misi berbasis target yang jelas, serta menandatangani perjanjian kinerja dengan DPRD. Jika tidak mampu memenuhi janji, menurutnya, harus ada konsekuensi kuat.
“Yang pasti juga harus punya misi‑misi yang cerdas untuk bisa meningkatkan pendapatan,” tambah Ananda. (Adv/dprdkaltim)
