Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR.
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, tahun ini berlangsung di BPU kantor Desa Rabu (16/7/2025). Kegiatan tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat desa, mulai dari Ketua RT, Kepala Dusun, tokoh agama, tokoh pendidik, organisasi desa seperti PKK dan Karang Taruna, lembaga adat, hingga kelompok tani dan peternak. Tidak hanya itu, sejumlah perusahaan mitra yang beroperasi di sekitar wilayah desa juga turut diundang untuk berkontribusi dalam penyusunan arah pembangunan.

Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, menyampaikan bahwa kehadiran berbagai pihak dalam forum Musrenbang merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun desa secara kolaboratif dan berkelanjutan.

“Kita ingin semua pihak terlibat sejak tahap perencanaan agar hasilnya lebih akomodatif dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam musyawarah tersebut, sejumlah usulan strategis mengemuka. Di antaranya permintaan pelatihan keterampilan bagi para pemuda yang berasal dari kelompok peternakan, serta upaya mendorong distribusi pupuk bersubsidi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai jawaban atas persoalan yang dihadapi kelompok tani.

Selain usulan baru, pemerintah desa juga menegaskan akan tetap mempertahankan berbagai program sosial yang selama ini telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program tersebut antara lain pemberian beasiswa untuk keluarga kurang mampu, bantuan bagi penyandang disabilitas, serta bantuan pangan non-tunai (BPNT) dan program perbaikan rumah tidak layak huni.

Keterlibatan perusahaan mitra dalam Musrenbang menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia usaha dan pemerintah desa. Ke depan, diharapkan kontribusi nyata dalam bentuk program tanggung jawab sosial (CSR) dari perusahaan dapat diarahkan pada sektor-sektor yang menjadi prioritas pembangunan desa, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Muhammad Arsyad menekankan bahwa Musrenbang bukan hanya agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk menyusun program kerja desa secara transparan dan berbasis aspirasi warga. Dengan demikian, pembangunan desa benar-benar berakar dari bawah dan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Melalui Musrenbang ini kami berharap arah pembangunan yang disusun tidak hanya mampu meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga memperkuat solidaritas antarwarga serta kemitraan dengan pihak eksternal yang mendukung kemajuan desa secara menyeluruh.” pungkasnya (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *