Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah di Samarinda mendapat perhatian dari Komisi IV DPRD Kota. Melalui agenda inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa satuan pendidikan beberapa waktu lalu, anggota dewan menilai bahwa kegiatan MPLS tahun ini secara umum berjalan lancar dan tertib.

Anggota Komisi IV, Ismail Latisi, menyampaikan bahwa sidak tersebut menyasar tiga sekolah, yakni SDN 067, SMPN 22, dan SMPN 2. Dari hasil pantauan lapangan, ia menilai pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Suasana kondusif dan minim kendala menjadi catatan positif.

Namun, bukan berarti tanpa catatan. Dalam kesempatan itu, Komisi IV juga mendorong adanya pembaruan dalam format MPLS, khususnya dengan mengusulkan kegiatan yang melibatkan orang tua siswa.

Menurut Ismail, pelibatan orang tua dalam masa pengenalan sekolah memiliki nilai strategis dalam membangun komunikasi yang solid antara sekolah, siswa, dan keluarga.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah menyisipkan sesi parenting day di hari terakhir MPLS, yang dikhususkan untuk mengedukasi dan menyamakan persepsi antara orang tua dan pihak sekolah dalam mendampingi anak-anak selama masa pendidikan.

“Selama ini orientasi MPLS lebih banyak ke siswa saja, padahal peran orang tua juga sangat penting. Terutama dalam penerapan kebiasaan positif yang dicanangkan Kemendikbud, sebagian besar harus dijalankan di rumah,” ujarnya, Kamis (17/7/2025).

Ismail menambahkan, dengan melibatkan orang tua dalam sesi khusus MPLS, maka akan terbentuk hubungan yang lebih selaras dalam proses pendidikan anak. Apalagi saat ini, program pendidikan karakter seperti tujuh kebiasaan baik sangat mengandalkan peran serta keluarga.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan tidak sepenuhnya menjadi beban sekolah. Karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga harus diperkuat sejak hari pertama siswa memasuki dunia sekolah.

“Dengan orang tua memahami visi dan pendekatan sekolah, maka kontrol dan pendampingan terhadap anak bisa lebih efektif di rumah,” katanya.

Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari sekolah-sekolah yang dikunjungi. DPRD berharap ke depan, inovasi seperti ini bisa diterapkan lebih luas, bukan hanya di SMPN 2 yang menjadi pilot, tetapi juga di seluruh sekolah negeri maupun swasta di Samarinda. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *