Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Peristiwa kebakaran kembali melanda pusat perbelanjaan BIGMall Samarinda, Kamis pagi (17/7/2025). Insiden ini menjadi alarm kedua dalam sebulan terakhir dan memicu kritik tajam dari DPRD Kota Samarinda terkait lemahnya sistem proteksi kebakaran di gedung tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyatakan kekecewaannya terhadap manajemen BIGMall yang dinilai abai menindaklanjuti rekomendasi keselamatan yang sebelumnya telah diberikan.

Ia menyebut kejadian ini sebagai bukti konkret bahwa evaluasi awal tidak dijalankan dengan serius.

“Kami sudah pernah memanggil manajemen usai kebakaran pertama bulan Juni lalu. Sudah disampaikan secara rinci soal pentingnya sistem proteksi, mulai dari sprinkler, hydrant, hingga fire alarm. Tapi kalau ternyata masih terulang, ini jelas bentuk kelalaian,” tegas Deni, Jum’at (18/7/2025).

Dalam waktu dekat, Komisi III akan menggelar rapat dengar pendapat dengan menghadirkan manajemen BIGMall dan pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan). Tujuannya, untuk mengkaji apakah rekomendasi yang disampaikan DPRD sudah diimplementasikan atau tidak.

Ia juga menyoroti laporan yang menyebutkan bahwa sistem sprinkler di lokasi kejadian tidak berfungsi saat api mulai menjalar.

“Kalau benar sistem pemadam otomatis tidak bekerja, itu sangat membahayakan. Seluruh perangkat harus diperiksa ulang, termasuk kabel listrik, hydrant, hingga sistem alarm yang terhubung ke masing-masing tenan,” ujarnya.

Deni menambahkan, sebagai pusat perbelanjaan yang menjadi salah satu jantung ekonomi Samarinda, BIGMall seharusnya memprioritaskan keselamatan pengunjung dan pekerja. Ia menilai tidak ada alasan untuk mengabaikan aspek keamanan kebakaran, apalagi di gedung yang setiap harinya ramai dikunjungi publik.

“Keselamatan warga tidak boleh dianggap remeh, terutama untuk bangunan komersial berskala besar seperti ini. Tak bisa ada toleransi jika menyangkut sistem perlindungan dari bahaya kebakaran,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *