Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat langkah-langkah konkret untuk menuntaskan persoalan desa tertinggal di wilayahnya. Berdasarkan data terkini, kini hanya tersisa dua desa dengan klasifikasi tertinggal, yakni Desa Gilungkung dan Desa Tanjung Soke.

Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, menjelaskan bahwa sebelumnya jumlah desa tertinggal di Kaltim mencapai empat. Namun berkat upaya kolaboratif berbagai pihak dan pelaksanaan program pembangunan yang tepat sasaran, dua desa berhasil keluar dari kategori tersebut berdasarkan indikator yang ditetapkan melalui Indeks Desa Membangun (IDM).

“Kita patut bersyukur atas progres ini. Saat ini hanya dua desa yang masih tertinggal, dan ini menjadi motivasi kuat untuk mempercepat peningkatan status keduanya,” tutur Puguh, Senin (21/7/2025).

Guna mempercepat transformasi status desa, DPMPD Kaltim menggandeng institusi pendidikan tinggi melalui keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kolaborasi ini dinilai mampu memberikan dukungan langsung terhadap aspek-aspek yang menjadi penilaian IDM.

“Kami mendorong mahasiswa yang tengah menjalani KKN agar dapat ikut terlibat aktif dalam pembangunan desa, khususnya dalam mengangkat indikator yang masih rendah. Ini bisa jadi upaya strategis untuk mempercepat peningkatan status desa dalam waktu yang relatif cepat,” jelasnya.

Puguh juga menyampaikan apresiasi terhadap seluruh elemen yang telah berkontribusi dalam upaya pemerataan pembangunan di desa-desa Kaltim.

Ia berharap sinergi lintas sektor ini terus terjaga hingga semua desa di provinsi ini terbebas dari kategori tertinggal.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga kerja sama ini tetap terjaga demi mewujudkan pembangunan desa yang merata di seluruh Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *