Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat sektor pertanian melalui distribusi alat dan sarana pertanian modern.

Langkah ini tentunya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan juga sebagai strategi dalam mendorong regenerasi petani di tengah makin berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor ini.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyerahkan langsung bantuan berupa ekskavator mini, hand sprayer, dan pupuk kepada kelompok tani di Desa Jonggon Jaya dan Desa Margahayu dalam kunjungannya belum lama ini.

Ia menegaskan bahwa pertanian Kukar sedang bergerak menuju era mekanisasi, meninggalkan cara-cara tradisional yang kurang efisien.

Distribusi alat pertanian disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan profil petaninya. Di Jonggon Jaya, ekskavator mini disalurkan kepada petani-petani senior yang selama ini mengelola lahan secara manual. Sementara di Margahayu, dukungan diberikan kepada petani muda yang mulai menunjukkan komitmen tinggi untuk terlibat di sektor pangan.

Regenerasi petani menjadi fokus penting dalam kebijakan pertanian Kukar. Pemkab melihat bahwa ketahanan pangan jangka panjang sangat bergantung pada keterlibatan generasi baru, terutama di tengah tantangan digitalisasi dan pergeseran gaya hidup anak muda.

Bupati Aulia menyebut mekanisasi tidak hanya membantu percepatan kerja di lapangan, tetapi juga mampu menarik minat anak muda karena lebih efisien dan produktif.

Selain alat, pemerintah daerah juga berkomitmen menyediakan pelatihan serta akses pasar untuk memperkuat ekosistem pertanian lokal.

“Kami tidak ingin petani hanya itu-itu saja. Harus ada generasi baru yang melanjutkan, dan itu harus disiapkan dari sekarang,” tegas Aulia.

Pengembangan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan regional.

Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara petani senior dan milenial agar pengetahuan tradisional bisa dikombinasikan dengan inovasi modern.

“Bertani bukan pekerjaan yang tertinggal. Dengan teknologi dan dukungan yang tepat, anak-anak muda Kukar bisa menjadikan pertanian sebagai masa depan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *