Timesnusantara.com —Samarinda. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, menyoroti kemunculan fenomena sosial yang dinilai bisa mengancam moralitas dan stabilitas sosial di sekitar kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah tumbuhnya praktik prostitusi di wilayah penyangga IKN, yang menurutnya mulai meresahkan dan perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah maupun Otorita IKN.
“Pembangunan IKN tidak hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga menyangkut kesiapan sosial. Jika praktik-praktik seperti ini dibiarkan berkembang, maka akan membawa dampak buruk yang sulit dikendalikan nantinya,” ungkap Sarkowi, Rabu (23/7/2025).
Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap remeh. Prostitusi, katanya, bukan hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga berpotensi menyeret masyarakat lokal, khususnya generasi muda dalam lingkaran penyimpangan yang merugikan masa depan.
Sarkowi mendorong agar pemerintah tidak hanya fokus pada aspek penindakan hukum, melainkan juga menguatkan langkah-langkah pencegahan melalui edukasi dan penyuluhan sosial secara intensif.
“Masyarakat lokal perlu mendapatkan pemahaman yang kuat agar tidak tergoda atau terseret ke dalam aktivitas tersebut, baik sebagai pengguna maupun pelaku,” ucap legislator dari Fraksi Golkar itu.
Ia juga mendesak aparat keamanan untuk tidak pasif menghadapi masalah ini. Langkah represif seperti operasi razia dan pembongkaran jaringan mucikari perlu diintensifkan guna memutus mata rantai praktik tersebut di wilayah sekitar IKN.
“Kalau sudah ada jaringan mucikari, berarti ini sudah terorganisir. Harus segera diungkap dan diproses hukum agar tidak berkembang lebih luas,” tandasnya.
Menurutnya, jika penyakit sosial ini tidak segera ditangani, maka besar kemungkinan akan menjadi bom waktu yang mengancam stabilitas sosial di kawasan strategis tersebut.
Oleh karena itu, Sarkowi menyerukan perlunya sinergi lintas sektor dan pendekatan menyeluruh untuk mengatasi persoalan ini sejak dini.
“Jangan menunggu situasinya memburuk baru bergerak. Penanganan dini akan sangat menentukan wajah sosial IKN ke depan,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)
