Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Dinamika inflasi yang kerap berfluktuasi di Kota Samarinda menjadi perhatian serius bagi kalangan legislatif. Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto, mendorong Pemerintah Kota agar menyusun strategi jangka panjang dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Menurut Rusdi, kecenderungan naik turunnya harga bahan pangan, terutama jelang hari besar keagamaan, mengindikasikan perlunya pengawasan distribusi yang lebih ketat serta pengendalian harga yang terukur.

“Fluktuasi inflasi ini tak bisa dianggap enteng. Kita perlu pengawasan distribusi dan harga yang konsisten agar inflasi tetap terkendali,” tegas Rusdi, Kamis (24/7/2025).

Ia juga menekankan pentingnya respons cepat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ketika harga-harga mulai menunjukkan gejala kenaikan. Intervensi yang cepat dan tepat diperlukan untuk menghindari gejolak harga yang dapat memukul daya beli masyarakat.

Rusdi menyambut baik langkah sementara yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Samarinda lewat penyelenggaraan pasar murah.

Menurutnya, kebijakan semacam itu membantu menahan laju kenaikan harga, meski sifatnya masih reaktif.

“Kami mengapresiasi inisiatif pasar murah. Tapi itu bukan solusi permanen. Pemerintah perlu menyiapkan pendekatan yang lebih sistematis dan jangka panjang,” ujarnya.

Komisi II DPRD pun berkomitmen untuk terus mendorong keberlanjutan program ketahanan pangan serta penguatan komoditas lokal.

Hal ini dinilai penting agar stabilitas harga di pasar dapat terjaga, bukan hanya pada momen-momen tertentu saja.

“Jangan hanya tanggap saat situasi genting. Ini soal menjaga ekosistem harga dalam jangka panjang agar tidak memicu inflasi yang tak terkendali,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *