Timesnusantara.com – KUKAR. Keberhasilan para kafilah Kutai Kartanegara (Kukar) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur tak diraih secara instan.
Pemerintah Kabupaten Kukar menilai bahwa capaian gemilang ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten dan terstruktur, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Hal itu mengemuka dalam acara silaturahmi sekaligus penyerahan bonus kepada para kafilah yang digelar di Pendopo Bupati, pada Jumat (1/8/2025).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, memimpin langsung kegiatan yang juga menjadi momen apresiasi atas kerja keras para peserta.
Tahun ini Kukar mengirimkan 58 kafilah untuk berlaga di MTQ tingkat provinsi. Dari jumlah itu, 54 berhasil meraih juara di berbagai cabang lomba, sementara 4 lainnya belum memperoleh peringkat, namun tetap mendapat penghargaan dari pemerintah daerah.
“Semua kita berikan bonus, karena mereka sudah berjuang untuk membawa nama baik Kutai Kartanegara,” ujar Bupati Aulia saat menyerahkan penghargaan.
Bagi peraih juara pertama, pemerintah memberikan bonus uang tunai sebesar Rp25 juta setelah pajak serta hadiah umrah senilai Rp30 juta. Pemerintah berharap bentuk penghargaan ini bisa memacu semangat para generasi muda untuk terus menekuni bidang keagamaan.
“Bonus sudah termasuk hadiah umrah bagi juara satu. Ini sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah daerah,” lanjut Aulia.
Kesuksesan para peserta dinilai tidak lepas dari pelatihan intensif yang mereka jalani selama sekitar enam bulan. Proses ini dilakukan setelah seleksi ketat dari tingkat kecamatan, yang sebelumnya juga diawali dari MTQ desa dan kelurahan.
“Prosesnya cukup panjang, dan ini membuktikan bahwa pembinaan itu penting. Kita tidak bisa berharap hasil besar tanpa proses yang baik,” tegasnya.
Rekam jejak Kukar di MTQ juga tak hanya terlihat di level provinsi. Pada ajang MTQ tingkat nasional sebelumnya, Kukar menjadi penyumbang terbesar juara dari Kalimantan Timur dengan menyumbangkan 9 dari total 12 medali.
Dengan melihat tren positif ini, Bupati Aulia menyatakan keyakinannya bahwa Kukar akan terus menjadi salah satu daerah unggulan dalam pengembangan Tilawatil Quran. Ia pun mendorong lebih banyak generasi muda untuk ambil bagian dalam kegiatan keagamaan yang sarat nilai tersebut.
“InsyaAllah pemerintah daerah akan terus mendukung dan memberikan reward terbaik bagi para peserta,” pungkasnya.
