Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Dugaan praktik pengoplosan beras premium yang terbongkar di Samarinda membuat warga gelisah. Temuan ini bermula dari hasil penyelidikan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur, yang mengungkap adanya modus mencampur beras berkualitas tinggi dengan beras medium.

Setelah dioplos, beras tersebut dikemas ulang dan dijual kembali dengan label premium, sehingga menipu konsumen dan merugikan mereka secara ekonomi.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa digeneralisasi sebagai gambaran seluruh pelaku usaha.

Ia menilai, tindakan curang tersebut kuat dugaan dilakukan oleh segelintir pihak yang sengaja mencari keuntungan besar dengan mengorbankan kepercayaan masyarakat.

“Nah, jadi memang sebenarnya masalah perusahaan-perusahaan ini kan kita tidak bisa menggeneralkan bahwa itu semua. Ini kan pasti oknum ya, oknum atau pelaku yang memang secara sengaja untuk melakukan perusahaan tersebut. Dan tentunya pasti merugikan,” ujarnya, Jum’at (8/8/2025).

Rusdi mengingatkan agar konsumen tidak hanya bergantung pada label kemasan, tetapi juga lebih teliti memeriksa kualitas beras sebelum membeli.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi benteng awal untuk mencegah diri menjadi korban.

“Dan tentunya harapan kita sih, ya pertama kepada masyarakat ya agar berhati-hati. Bisa memilah mana yang memang betul-betul asli dan itu yang oplosan,” tambahnya.

Selain mengimbau masyarakat, Rusdi juga meminta peran aktif pemerintah dalam melakukan pengawasan lapangan.

Ia menekankan pentingnya kontrol ketat terhadap peredaran bahan pangan, khususnya kebutuhan pokok, agar praktik curang tidak kembali terjadi.

“Dari pemerintah pun tentunya kita pengen artinya ada pengawasan secara kontrol terhadap produk tersebut,” tandasnya.

Temuan kasus ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat rantai pengawasan distribusi beras di Samarinda, sehingga keamanan pangan masyarakat dapat terjamin dan kepercayaan terhadap produk premium tetap terjaga. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *