Timesnusantara.com — Samarinda. Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda pada 2026 dipatok ambisius, dengan target melampaui angka Rp1 triliun. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat bersama DPRD Kota Samarinda, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperinda), Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Rabu lalu (6/8/2025).
Wakil Ketua I DPRD Kota Samarinda, Rusdi, mengatakan pertemuan ini diarahkan untuk menilai kinerja PAD saat ini, sekaligus memetakan sektor yang masih memiliki ruang besar untuk digarap.
Ia menilai tren pertumbuhan pendapatan daerah patut diapresiasi, namun langkah konkret untuk memaksimalkan potensi menjadi kunci agar target dapat tercapai.
“Dari proyeksi, kenaikannya cukup signifikan. Dari sekitar 900 miliar tahun ini, kita harapkan 2026 bisa di atas Rp1 triliun,” jelasnya.
Beberapa sektor prioritas disebutkan, mulai dari optimalisasi retribusi parkir, peningkatan penerimaan pajak restoran dan hotel, hingga penguatan sektor pariwisata melalui event-event berskala nasional.
Menurut Rusdi, strategi ini tidak hanya akan mengisi kas daerah, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal.
“Kalau ada lebih banyak event nasional, tamu luar daerah datang, hotel terisi, restoran ramai, dan UMKM ikut mendapatkan manfaatnya,” ujarnya.
Meski fokus awal tertuju pada sektor jasa dan pariwisata, Rusdi juga menyinggung potensi tambahan dari pajak reklame yang terintegrasi dengan pajak jasa lainnya.
Meski belum menelusuri secara detail, ia optimistis kontribusinya akan meningkat.
“Kalau digabung, pajak reklame dan jasa lainnya pasti ada kenaikan,” pungkasnya.
Dengan target besar di depan mata, DPRD menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pengelolaan PAD agar tetap realistis, terukur, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga. (Adv/dprdsamarinda)
