Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Desa Loh Sumber di Kecamatan Loa Kulu memiliki potensi unik yang memadukan sejarah, budaya, dan pertanian.

Pemerintah kecamatan pun mulai merancang langkah konkret untuk mengangkat potensi tersebut menjadi peningkatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Letaknya yang berada di lahan subur dan kaya situs sejarah membuat Desa Loh Sumber penting secara geografis sekaligus strategis untuk dikembangkan sebagai desa wisata.

Plt. Sekretaris Camat Loa Kulu, Khairuddinata, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan sedikitnya 53 situs sejarah di wilayah Loa Kulu, dengan sebagian besar berada di Loh Sumber.

Hal ini dinilai dapat membuka peluang besar untuk menjadikan desa tersebut sebagai pusat wisata edukasi sejarah yang ada di Kukar.

“Desa Loh Sumber punya warisan sejarah dan budaya yang kuat. Ini modal besar untuk membangun ekonomi berbasis wisata,” ujarnya, pada Selasa (12/8/2025).

Salah satu situs yang menjadi sorotan adalah Tugu Pembantaian Jepang, peninggalan masa penjajahan yang kini mulai diperkenalkan dalam forum pelestarian budaya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Situs ini juga memiliki daya tarik sejarah yang hingga saat ini belum banyak dikenal seacara luas.

Selain sejarah, desa Loh Sumber juga dikenal sebagai sentra pertanian warga. Wilayah yang subur ini telah lama menjadi penghasil padi dan hortikultura, membuka peluang pengembangan wisata agrobisnis yang terintegrasi dengan wisata edukasi.

Menurut Khairuddin penggabungan wisata alam, sejarah, dan pertanian dapat memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.

“Kami melihat ini sebagai peluang untuk menciptakan wisata edukatif yang punya dampak langsung bagi kesejahteraan warga,” jelasnya.

Budaya lokal, seperti tradisi Sedekah Bumi yang rutin digelar, juga menjadi daya tarik tersendiri. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan kearifan lokal, tetapi juga dapat dihadirkan sebagai atraksi budaya bagi wisatawan.

Meski peluang besar terbuka, pengembangannya memerlukan perencanaan matang serta dukungan penuh masyarakat. Pemerintah kecamatan berkomitmen mengawal proses tersebut agar tetap mengakar pada kekuatan lokal.

“Kami optimis pengembangan potensi ini akan membawa manfaat besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Loa Kulu,” pungkas Khairuddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *