Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program besar untuk memperkuat pelayanan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pada 2026 mendatang, dinas ini berencana membangun klinik dan UMKM Center di enam kecamatan sebagai pusat pembinaan dan promosi produk lokal.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Kepala bidang (Kabid) Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin, mengatakan bahwa mengenai usulan pembangunan tersebut telah disampaikan kepada pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Kami sudah mengajukan ke Bappeda agar fasilitasi anggarannya masuk di APBD 2026. Saat ini masih proses penyusunan rencana kerja,” ujarnya, saat dikonfirmasi melalui via telepon pada, Selasa (12/8/2025).

Kemudian Ia menjelaskan, jika usulan itu muncul berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) serta rencana strategis DiskopUKM.

“Targetnya ada enam klinik dan UMKM Center yang kami bangun, sesuai prioritas daerah,” ucapnya.

Enam kecamatan yang diusulkan meliputi Muara Kaman, Kota Bangun, Loa Janan, Anggana, Tenggarong, dan Samboja Barat.

“Semua masih dalam proses penelaahan oleh pihak Bappeda. Bisa jadi nanti disetujui seluruhnya atau hanya sebagian. Kami berharap semuanya lolos,” tambah Fathul.

Sementaraa untuk di tahun ini, DiskopUKM Kukar akan membangun dua pusat promosi UMKM di kawasan Puja Sera. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi etalase tetap bagi produk-produk unggulan Kukar.

“Selama ini belum ada pusat promosi yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah, jadi ini langkah awal,” katanya.

Lebih lanjut, Fathul memaparkan, sejumlah kecamatan sebenarnya telah memiliki gerai UMKM melalui pendanaan APBD, anggaran kecamatan, maupun kemitraan CSR. Salah satunya di Kecamatan Loa Kulu dengan program inovasi Camat bertajuk Lajui Merunduk.

“Program itu menghadirkan gerai UMKM di kantor kecamatan dan sudah membantu memasarkan produk warga,” jelasnya.

Contoh lain ada di Kecamatan Anggana yang membangun gerai UMKM dari anggaran kecamatan. Di Desa Sungai Meriam, fasilitas promosi UMKM berdiri berkat dukungan dana CSR perusahaan setempat.

“Inisiatif seperti ini perlu kita dorong terus agar UMKM punya tempat promosi yang layak,” tuturnya.

Di Kecamatan Muara Jawa, DiskopUKM bekerja sama dengan Pertamina membangun pusat UMKM. Namun, fasilitas itu belum berjalan optimal karena kekosongan kepengurusan.

“Kami segera melakukan penguatan organisasi supaya fasilitasnya aktif kembali,” kata Fathul.

Kecamatan Muara Badak juga memiliki fasilitas serupa yang dibangun pemerintah daerah. Sayangnya, kondisinya kini rusak berat.

“Kita akan evaluasi dan cari solusi perbaikan, karena sayang kalau aset ini terbengkalai,Kami juga ingin pelaku UMKM mendapat layanan lengkap, mulai dari konsultasi, pelatihan, sampai pemasaran,” jelasnya.

Oleh karena itu, Fathul kembali menegaskan, dengan adanya keberadaan klinik dan UMKM Center di enam kecamatan nantinya diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan, promosi, dan pendampingan usaha secara terpadu.

“Harapan kami, program ini tidak hanya menghidupkan ekonomi lokal, tapi juga memperluas jejaring pemasaran hingga keluar daerah. UMKM Kukar harus naik kelas dan mampu bersaing,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *