Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Komisi IV DPRD Kota Samarinda menyoroti urgensi peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, khususnya yang bertugas di sekolah dan kampus swasta. Menurut mereka, kesejahteraan pendidik menjadi salah satu kunci keberhasilan mencetak Generasi Emas Indonesia 2045.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengungkapkan bahwa meski pendidik di sekolah dan perguruan tinggi negeri sudah mendapatkan penghasilan dari negara, situasinya berbeda bagi mereka yang bekerja di bawah naungan yayasan swasta.

Ia menilai pemerintah tetap harus hadir memberikan dukungan agar para guru dan dosen swasta memiliki semangat dan kenyamanan dalam mengajar.

“Sekolah negeri itu kan sudah kita pastikan penggajiannya ditanggung negara. Kalau sekolah yang ada di bawah yayasan, harapannya pemerintah tetap hadir, tidak lepas begitu saja,” ucapnya, Rabu (13/8/2025).

Ismail mencontohkan kebijakan insentif yang telah berjalan di Kota Samarinda. Bantuan tersebut dinilai efektif meringankan beban guru swasta, membuat mereka bisa mengajar dengan lebih fokus.

Dampaknya, kualitas pendidikan yang diterima siswa pun ikut meningkat.

“Kalau seandainya guru-guru sejahtera, ngajarinnya juga enak. Efek dominonya ke mana? Efek dominonya ke siswa. Artinya, tingkat kualitas pendidikan juga akan semakin meningkat,” jelas politikus PKS tersebut.

Ia menegaskan bahwa meskipun secara formal gaji guru dan dosen swasta adalah tanggung jawab yayasan, pemerintah tetap memiliki ruang untuk memberi perhatian.

Menurutnya, investasi pada kesejahteraan pendidik adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Kita berharap tetap ada perhatian dari pemerintah untuk mengangkat kesejahteraan para pendidik. Karena mereka bertanggung jawab penuh terhadap terbentuknya Generasi Emas Indonesia 2045 itu,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *