Timesnusantara.com – KUKAR. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat teknis penyuluhan pertanian tahun 2025 di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 21 Agustus ini menjadi wadah konsolidasi dan penguatan koordinasi seluruh penyuluh pertanian di Kukar.
Rapat teknis ini diikuti penyuluh pertanian dari berbagai kecamatan dan desa. Kehadiran mereka tidak hanya untuk memperbarui wawasan, tetapi juga memperkuat komunikasi lintas wilayah agar lebih solid dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, yang membuka acara menekankan pentingnya peran penyuluh dalam menjaga sinergi di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak lepas dari kekompakan penyuluh yang berperan langsung membimbing petani.
“Penyuluh harus terus berkoordinasi dan bekerja sama. Dengan soliditas yang baik, target swasembada pangan bisa dicapai lebih cepat,” ucapnya, Rabu (20/8/2025)
Ia juga menegaskan perlunya optimalisasi lahan pertanian melalui pendampingan yang intensif kepada petani. Dengan langkah bersama, perluasan lahan tanam di Kukar diyakini dapat terwujud dalam waktu enam bulan ke depan.
Selain aspek teknis, Pemkab Kukar juga mendukung penguatan infrastruktur pertanian. Sunggono menyebutkan bahwa normalisasi irigasi dan penyediaan sarana produksi pertanian (Saprodi) merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong kerja penyuluh di lapangan.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menambahkan bahwa rapat teknis kali ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan antarpenyuluh. Hal ini sejalan dengan visi Asta Cita kedua, yakni penguatan swasembada pangan.
“Penyuluh bukan hanya pendamping teknis, tetapi juga bagian penting dari pembangunan pertanian Kukar. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa mewujudkan Kukar sebagai lumbung pangan dan mendukung Kukar Idaman Terbaik,” ujar Taufik.
Ia menilai, forum tiga hari ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, melainkan juga mempererat silaturahmi. Dengan begitu, setiap penyuluh bisa saling bertukar pengalaman dan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Rapat ini kami harap penyuluh siap dan berperan aktif sebagai penggerak, penghubung antara pemerintah dan petani dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah,” pungkasnya.
