Timesnusantara.com – KUKAR. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Erau 2025.
Event budaya sakral ini dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 28 September mendatang dengan melibatkan banyak pihak.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menyampaikan hal itu usai rapat koordinasi di ruang eksekutif Kantor Bupati Kukar, Selasa (26/6/2025).
“Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan pelaksanaan Erau, yang insya Allah akan berlangsung pada tanggal 21 sampai 28 September,” katanya.
Menurut Taufik, kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan bersama Kesultanan Kutai Kartanegara. Dari Dinas Pendidikan, fokus lebih banyak pada persiapan teknis hingga pembukaan acara. Sementara itu, Kesultanan berperan dalam menjaga jalannya prosesi adat yang telah menjadi tradisi turun-temurun.
“Sejauh ini persiapan berjalan baik. Mengingat Erau adalah event sakral yang diselenggarakan setiap tahun, tentu harus dipersiapkan dengan matang melalui koordinasi dan sinergi semua pihak,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada kondisi efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya memastikan kemeriahan Erau. Untuk itu, partisipasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan bisa memberikan dukungan maksimal.
Taufik menuturkan, sejumlah OPD dan lembaga telah dilibatkan. Mulai dari Kepolisian, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar, Dinas Kepemudaan dan Olahraga yang memfasilitasi kegiatan olahraga tradisional, Dinas Kesehatan, PMI, hingga dukungan dari event organizer.
“Semua pihak diharapkan dapat menunjang kelancaran kegiatan Erau sehingga acara tetap meriah dan melibatkan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Partisipasi masyarakat juga diharapkan menjadi bagian penting dalam menyukseskan acara ini. Dengan demikian, Erau bukan hanya milik pemerintah atau Kesultanan, melainkan benar-benar menjadi pesta rakyat Kutai Kartanegara.
Secara konsep, pelaksanaan Erau tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena sifatnya yang sakral, sehingga rangkaian utama tetap dilaksanakan sebagaimana tradisi yang telah ditetapkan.
“Kami berharap masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi, karena tanpa keterlibatan mereka, acara sebesar Erau tentu tidak akan terasa lengkap,” tutup Taufik.
