Timesnusantara.com – KUKAR. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan program RT Kuterbaik sebagai upaya memperkuat ketahanan sosial dan pangan di tingkat paling bawah.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menjelaskan konsep program tersebut saat dikonfirmasi awak media di kantor Bappeda pada Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, program ini dirancang untuk jangka waktu empat hingga lima tahun dengan fokus awal pada penguatan regulasi dan data.
“RT Kuterbaik ini upaya kita memastikan bahwa di Kutai Kartanegara bisa terbangun ketahanan sosial dan pangan yang baik. Mindset besarnya memang di sana,” ujarnya.
Ia menegaskan, RT Kuterbaik bukan sekadar wadah administrasi, melainkan pusat kegiatan warga. Berbagai aktivitas sosial seperti pengajian ibu-ibu, arisan, hingga forum diskusi pembangunan akan mendapatkan dukungan dari pemerintah melalui program ini.
Bupati menggambarkan RT Ku terbaik sebagai program tembak di kepala yakni solusi cepat untuk masalah langsung di masyarakat.
“Kalau di RT ada warga miskin, langsung kita intervensi. Kalau ada anak terancam gizi buruk atau tidak bisa sekolah, program ini hadir untuk membantu,” katanya.
Tahap awal program akan dimulai dengan penguatan data di tingkat RT. Setiap ketua RT ditugaskan mendata kondisi warganya, mulai dari angka pengangguran hingga potensi anak muda. Data tersebut akan menjadi dasar intervensi pemerintah, seperti menyalurkan pemuda produktif ke program pelatihan kerja.
Aulia memaparkan, bahwa pada 2025 fokus program yaitu menyiapkan regulasi, termasuk Peraturan Bupati (Perbup) dan petunjuk teknis (juknis). Sementara pada 2026, pemerintah akan memulai implementasi penuh dengan berbagai program turunan yang terintegrasi.
“RT Kuterbaik nanti menjadi rumah untuk berbagai program dari 17 program dedikasi yang sudah disiapkan. Misalnya ada balita, kita intervensi dengan MBK Plus. Kalau ada lansia, kita pastikan kebutuhan gizinya terpenuhi,” jelasnya.
Terkait pendanaan, pemerintah menyiapkan alokasi Rp 150 juta per RT. Namun, anggaran ini tidak bersifat kaku atau tak terpaku batasan persoalan di tiap RT.
“Bisa saja lebih besar, tergantung kebutuhan. RT dengan masalah banyak tentu berbeda dengan RT yang lebih ringan persoalannya,” ucap Bupati.
Ia menutup dengan menegaskan, RT Kuterbaik merupakan strategi pemerintah untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat.
“Intinya, program ini untuk memastikan semua persoalan sosial dan pangan bisa ditangani langsung dari akar permasalahannya,” pungkasnya.
