Timesnusantara.com Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pembangunan pendidikan tinggi dengan menata hubungan yang lebih erat antara kampus dan dunia kerja.
Upaya ini ditopang oleh program unggulan GratisPol, skema pembiayaan yang membebaskan mahasiswa dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan kini menjadi akselerator utama perluasan akses pendidikan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, menegaskan bahwa GratisPol bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Program ini dirancang sebagai fondasi untuk menciptakan generasi muda yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan lulusan SMA/SMK tidak terhalang biaya ketika ingin melanjutkan pendidikan, sekaligus memiliki jalur berkelanjutan menuju pekerjaan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Dalam setiap pertemuan bersama sekolah dan peserta didik, kami selalu menyampaikan bahwa saat inilah waktu terbaik untuk menempuh pendidikan tinggi. Kesempatan berkuliah tanpa biaya bukanlah peluang yang hadir setiap waktu,” ujar Armin, Minggu (30/11/2025).
Armin menambahkan bahwa pilihan perguruan tinggi bagi lulusan sekolah menengah kini semakin luas. Kampus negeri maupun swasta dapat menjadi tujuan, asalkan memenuhi ketentuan kerja sama dalam skema GratisPol.
“Sayang apabila ada siswa yang memilih tidak melanjutkan kuliah. Banyak perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dapat menjadi ruang bagi anak-anak kita untuk berkembang,” katanya.
Tidak berhenti pada akses kuliah, Pemprov Kaltim melalui Disdikbud juga tengah mempersiapkan langkah lanjutan. Salah satunya ialah memperkuat kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk menyambungkan lulusan GratisPol dengan kebutuhan industri, terutama sektor-sektor yang berkembang pesat di Kalimantan Timur.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih matang—mulai dari akses kuliah gratis, peningkatan kompetensi, hingga kesiapan memasuki dunia profesional.
Armin menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia Kaltim yang unggul, berdaya saing, dan mampu mengambil peran penting dalam pembangunan daerah.
“Kami ingin memastikan generasi muda Kaltim tidak hanya memperoleh pendidikan tinggi, tetapi juga mampu bersaing dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” tutupnya.
Editor : RF
Penulis : Dani
