Timesnusantara.com – JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait perjanjian perdagangan resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya pada sektor perdagangan digital dan teknologi.
Surat terbuka tersebut merupakan hasil keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SMSI yang digelar pada 6–7 Maret 2026 di Jakarta. Organisasi perusahaan media siber ini menilai kebijakan di sektor digital harus disusun secara hati-hati, strategis, dan tetap berpihak pada kepentingan nasional.
SMSI menilai perkembangan teknologi digital global tidak hanya memengaruhi sektor perdagangan, tetapi juga berdampak langsung pada industri media, keberlanjutan jurnalisme, kedaulatan data, hingga ruang publik digital di Indonesia.
Ketua Umum SMSI, Firdaus, bersama Sekretaris Jenderal Makali Kumar dalam pernyataannya menegaskan pentingnya kebijakan nasional yang mampu menjaga kedaulatan digital Indonesia di tengah dominasi platform digital global.
Dalam pernyataan sikapnya, SMSI mendesak pemerintah bersama DPR RI untuk segera merancang regulasi tentang kedaulatan digital. Selain itu, pemerintah juga didorong memperkuat infrastruktur teknologi nasional guna mempercepat kemandirian digital Indonesia.
SMSI juga mengusulkan agar pemerintah mengintegrasikan media layanan publik dalam satu platform digital nasional yang dapat menaungi media-media nasional, sekaligus meningkatkan daya saing industri pers Indonesia di era ekonomi digital.
Menurut SMSI, langkah tersebut penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi platform teknologi global, tetapi juga mampu membangun ekosistem digital yang mandiri serta melindungi keberlanjutan industri pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
“Di bawah kepemimpinan Presiden, kami percaya Indonesia mampu memperkuat kemandirian dan kedaulatan digital nasional sekaligus melindungi ekosistem pers,” demikian isi pernyataan SMSI dalam surat terbukanya yang diterbitkan di Jakarta, 7 Maret 2026.
