Timesnusantara.com – SAMARINDA – Keluhan soal jalan lingkungan yang rusak masih mendominasi aspirasi warga yang masuk ke DPRD Kota Samarinda. Infrastruktur dasar ini dianggap vital karena menopang hampir seluruh aktivitas harian masyarakat di permukiman.
Anggota DPRD Kota Samarinda Suparno, menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan tidak bisa dipandang sebagai proyek fisik semata. Menurutnya, kondisi jalan berkaitan langsung dengan akses warga terhadap pendidikan, layanan kesehatan, hingga perputaran ekonomi di tingkat lokal.
“Ketika jalan lingkungan berlubang, becek, atau gelap, yang terdampak itu anak sekolah, ibu yang ke posyandu, sampai pelaku UMKM yang mau distribusi barang. Jadi ini bukan sekadar soal aspal dan beton, tapi soal peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Suparno.
Ia menyebut, banyak titik di permukiman padat penduduk yang masih kesulitan dilalui kendaraan roda dua maupun roda tiga pengangkut sampah. Hal itu menghambat pelayanan publik dan membuat warga mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi.
Karena itu, Suparno mendorong agar program peningkatan kualitas jalan lingkungan dijalankan secara bertahap namun konsisten, berbasis skala prioritas. Data lapangan dari RT dan kelurahan harus jadi rujukan utama agar perbaikan benar-benar menyasar titik yang paling mendesak.
Ia juga memastikan DPRD akan mengawal ketat proses perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Tujuannya agar anggaran yang dialokasikan tepat guna dan hasilnya bisa dirasakan merata, bukan hanya di kawasan tertentu.
“Konektivitas yang baik di lingkungan akan memicu pertumbuhan. Warung jadi ramai, anak tidak takut berangkat sekolah saat hujan, ambulans bisa masuk cepat kalau ada darurat. Dampaknya menyeluruh,” tutup Suparno.
Editor : RF
Sumber : A
